Gubernur Papua tolak rencana evaluasi Otsus

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Lukas Enembe menolak rencana pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Undang Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Penolakan ini menyusul surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkaitan dengan pengkajian pelaksanaan undang-undang tersebut.

“Jalankan saja Undang-Undang (UU) Otsus Plus yang telah kami ajukan,” kata Gubernur Enembe.

Gubernur Enembe menambahkan, ia telah menolak usulan pemerintah pusat itu.KAMU MUNGKIN SUKA

Beberapa tahun lalu, Pemerintah Provinsi Papua telah mengusulkan UU Otsus Plus sebagai revisi UU No. 21 tahun 2001 dengan menyesuaikan kondisi kekinian Papua. Namun usulan ini ditolak oleh pemerintah pusat.

“Kenapa pemerintah pusat saat itu menolak dan sekarang bicara lagi soal Otsus?” tanya Gubernur Enembe.

Rencana evaluasi pelaksanaan Otsus ini dikemukakan juga oleh Kepala  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) L.T Handoko secara terpisah. Evaluasi ini akan dilakukan setelah adanya kesepakatan dari semua daerah di Papua.

“Evaluasi semua aspek mengenai Otsus. Tentunya tergantung kesepakatan dari 29 Kabupaten/ kota yang akan ditanda-tangani Perjanjian Kerja Sama pada 31 Juli nanti,” ujar Handako kepada wartawan, saat penandatanganan MoU dan perjanjian kerjasama optimalisasi pendapatan daerah di Jayapura, Kamis (25/7/2019).

LIPI, menurutnya melakukan evaluasi pelaksanaan Otsus secara independen. Materi dalam UU Otsus Plus akan menjadi masukan dalam evaluasi nanti.

Terpisah, Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib menyebutkan, puluhan triliun rupiah yang dikucurkan tiap tahun tak berdampak pada kesejahteraan orang asli Papua. Ia juga mempertanyakan mengapa di Papua tak dimungkinkan partai daerah, sebagaimana di Aceh.

Selain itu, ada pula penggunaan dana otsus yang menurutnya tidak tepat sasaran.

“Dana yang semestinya ditujukan untuk kesehatan, seperti membangun rumah perawat di daerah pedalaman, menurutnya justru digunakan untuk membuat dermaga dan jembatan,” ujar Murib. (*)

Add Comment