Polri dan TNI diminta umumkan kondisi warga Nduga

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Tan Wie Long meminta Polri dan TNI segera mengumumkan perkembangan penanganan kasus pembunuhan pekerja PT Istaka Karya di Nduga kepada publik. Ia juga meminta Polri dan TNI secara transparan mengumumkan kondisi warga Nduga pasca operasi pemulihan keamanan yang digelar Desember 2018.

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Tan Wie Long mengatakan pihaknya meminta Polri dan TNI mengumumkan perkembangan upaya penengakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang membunuh pekerja Istaka Karya. “Hingga kini kita belum tahu progresnya seperti apa. Publik juga tidak mengetahui seperti apa kehidupan masyarkat di Nduga (pasca operasi pemulihan keamanan), dan seperti apa perkembangan pemulihan keamanan di wilayah itu,” kata Tan Wie Long, Sabtu (2/3/2019).

Menurutnya, Komisi I DPRP menerima informasi bahwa banyak masyarakat Nduga meninggalkan kampungnya dan mengungsi. Situasi itu, kata Tan, merupakan persoalan yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh aparat keamanan, melainkan harus diselesaikan dengan melibatkan para pemangku kepentingan seperti tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Tan mengingatkan Negara bertanggungjawab untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warganya, termasuk warga Nduga. “Sudah menjadi tanggung jawab Negara, dalam hal ini pemerintah, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan kepada warganya, termasuk masyarakat Nduga,” kata Tan.

Direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy meminta Komnas HAM turun menginvestigasi kasus Nduga. Warinussy menegaskan Komnas HAM memiliki kewenangan untuk menginvestigasi kasus Nduga sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan UU 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

“Presiden Jokowi juga mesti memerintahkan memberikan akses seluas-luasnya kepada Komnas HAM dan para pekerja HAM di tanah Papua untuk mengungkap apa yang terjadi di Nduga,” kata Warinussy dalam siaran persnya, Minggu (3/3/2019).(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Add Comment