Dua Pejuang Alam-Adat Papua Meninggal di RS Dian Harapan 8 Maret 2019

Ada dua peristiwa yang mengguncang jiwa dan bathin terjadi pada tanggal 8 Maret 2019, yaitu meinggalkan Alm. Joseph Baweng, Ketua Lembaga Sahabat Alam Papua (SAPA), dan Ev. Petrus Mabel, S.Pd., M.Si, (Ketua Departemen Hukum dan HAM/Anggota MRP Utusan GIDI) .

Kedua-duanya dibawa ke RS Dian Harapan dalam kondisi masih hidup, lalu mereka keluar dari RS Dian Harapan dalam kondisi mayat.

Kedua-duanya berbicara tentang alam dan adat Papua, yang merupakan warisan nenek-moyang yang harus dilindungi oleh Undang-Undang, bukan hanya UU dari pemerintah, tetapi terutama oleh Undang-Undang dari suku-suku yang ada di Tanah Papua sendiri.

Mengapa kita harus katakan “dibunuh di RS Dian Harapan”? Alasannya karena mereka datang untuk disembuhkan, dalam kondisi masih hidup, tetapi tiba-tiba mereka harus pulang dalam kondisi mayat.

Bukan hanya mereka berdua, banyak tokoh, mama, bapa, anak, cucu OAP yang dibawa dalam keadaan hidup, dengan tujuan supaya mereka pulang setelah sembuh dari penyakit, eh, tahu-tahu harus pulang dalam kondisi mayat.

Alm. Peturs Mabel, S.Pd., M.Si, Ketua Hukum dan HAM GIDI, Anggota MRP
Alm. Peturs Mabel, S.Pd., M.Si, Ketua Hukum dan HAM GIDI, Anggota MRP

Pertanyaan Selanjutnya

Pertanyaan selanjutnya untuk Orang Asli Papua (OAP) di seluruh Indonesia ialah “Apakah Rumah Sakit itu aman dan menyembuhkan bagi OAP?” Kalau itu amand an menyembuhkan, apakah kita bisa menghitung berapa OAP meninggal dari rumah sakit NKRI setiap hari, dibandingkan dengan orang pendatang (Amberi) yang meninggal di rumah-rumah sakit di seluruh Tanah Papua?

Apakah orang Amberi tidak bisa balas dendam atas kematian kaum Amberi dalam berbagai peristiwa konflik di Tanah Papua dengan cara meracuni dan menyuntik mati OAP di rumah-rumah sakit?

Bukankah OAP sendiri sudah mendapatkan kesaksian di gereja-gereja dan di pasar-pasar dari orang-orang yang tadinya dikirim untuk membunuh OAP, tetapi mereka bertobat dan mengaku dosa? Atau masih harus tambah kesaksian lagi baru bisa percaya?

Tidak tahukah bahwa ada rumah sakit OAP di Vanimo, Provinsi Sandaun, sebelah kamar dari Jayapura, yang juga menerima pasien OAP dengan rela hati, dan kebanyakan OAP yang ke sana pasti sembuh? Tidak tahukah bahwa OAP bisa ke Vanimo untuk berobat ? Malah akan dilayani sebagai manusia benaran daripada pelayanan di dalam West Papua?

Joseph Bawen, S.Pd. Ketua Lembaga Sahabat Alam Papua (SAPA)
Joseph Bawen, S.Pd. Ketua Lembaga Sahabat Alam Papua (SAPA)

One thought on “Dua Pejuang Alam-Adat Papua Meninggal di RS Dian Harapan 8 Maret 2019

  1. YA, Yesus, di manakah Engkau? Manusia menggunakan agama, rumah sakit dari agama untuk bunuh orang-orang Kristen di Tanah Papua? Engkau memang benar-benar TIDAK ADIL! Saya TIDAK SUKA dengan cara Tuhan seperti ini.

Add Comment