Anggota Brimob yang Gugur Tertembak di Nduga Baru Lulus 2018

NUNUKAN | Seorang anggota Polri asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, gugur seusai terlibat kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata, di Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (20/30 pagi.

Orang tua korban, Amir, di Nunukan, Rabu, membenarkan bahwa kabar kematian anak keduanya yang bernama Bhayangkara Dua Polisi Aldi, anggota Brimob Kelapa Dua, Jakarta, itu diperoleh pada pukul 08.00 WITA.

“Saya dapat kabar dari komandannya (Brimob) tadi pagi (Rabu) kalau anak saya meninggal di Papua karena tertembak,” ujar Amir, yang bekerja sehari-hari sebagai buruh di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan.

Almarhum lulus sebagai anggota Polri pada 2018, kemudian ditempatkan di Markas Besar Korps Brigade Mobil Kepolisian Indonesia, di Jakarta. Amir menuturkan, anaknya itu ditugaskan di Kabupaten Nduga sejak dua bulan lalu.

Kepala Polres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro, yang melayat di rumah orangtua Aldi, Rabu siang, menjelaskan, informasi itu dia dapat dari personel Brimob yang bertugas di Papua sekitar pukul 08.00 WITA.

Sesuai informasi yang diperoleh, kata Triwantoro, almarhum Aldi tertembak kelompok sipil bersenjata saat pengamanan menyambut kunjungan komandan Satgas Pengamanan setempat di Bandara Mugi, Nduga.

Tembak-menembak antara Regu Blukar Brimob yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi dengan kelompok sipil bersenjata terjadi di sekitar Bandara Mugi, Kabupaten Nduga, Papua sekitar pukul 07.30 WIT.

Selain Aldi, terdapat dua anggota polisi lainnya yang juga ditembak dan mengalami luka-luka, yakni Inspektur Dua Polisi Arif Rahman dan Bhayangkara Dua Polisi Rafiq Fitrah Kurniawan.

Kurniawan luka tembak pada bagian dada kanan bawah ketiak dan Rahman luka tembak pada bahu kiri tembus punggung. Keduanya masih sementara menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Mimika.

“Dari dua korban yang terluka, satu kondisinya kritis sehingga langsung kami lakukan tindakan operasi besar. Sekarang ini masih ditangani di ruang ICU pascaoperasi. Sementara satu korban lagi kondisinya sedikit stabil namun perlu penanganan intensif,” kata Juru Bicara RSUD Mimika Luky Mahakena.

Rencananya, jenazah almarhum Aldi akan diberangkatkan dari Bandara Mozes Kilangin Timika pada Kamis (21/3) sekira pukul 08.00 WIT menuju Bandara Jayapura, Papua.

Dari sana, jenazah itu sekitar pukul 12.00 waktu setempat akan diterbangkan menuju Bandara Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan pesawat Lion Air, dan diperkirakan tiba di Bandara Juwata, Tarakan, sekitar pukul 20.00 WITA lalu disemayamkan.

Jumat pagi (22/3), jenazah Aldi akan diberangkatkan ke rumah orangtuanya di Kabupaten Nunukan menggunakan kapal cepat, dan akan dijemput dengan gelar pasukan di Pelabuhan Liem Hie Djung, Tanah Merah, sebelum dibawa ke rumah orangtuanya di RT012 Kelurahan Nunukan Timur, tepatnya di samping kanan Pelabuhan Tunon Taka. (Antara/rum/SP)

Sumber Beritaa; https://seputarpapua.com/

Add Comment