Status Politik Papua dalam NKRI belum Final

MAJALAHWEKO, – Pernyataan Yance Hendrik Udam terkait status politik papua dalam indonesia sudah final adalah sangat keliru dan tidak berasaskan dengan fakta sejarah sesunggunya. Indonesia dan Papua itu dua bangsa yang sangat berbeda, indonesia maupun papua memiliki sejarah yang sangat beda. Belum lagi budaya, adat suku bangsa dan rasnya pun sangat beda.

Dalam sejarah perjuangan indonesia merdeka tidak pernah nenek moyang  orang papua ikut berjuang untuk mendirikan rumah pancasila.

Perjuangan  orang indonesia melalui Organisasi-organisasi perjuangan  indonesia  tidak satu orang papua ikut terlibat. untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Misalnya  pembentukan BPUPKI, kemudian dibubarkan oleh Jepang dan dibentuk PPKI pada tanggal 7 Agustus 1945 yang diketuai oleh Ir. Soekarno untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 

Sebelumnya pada sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 yang ikut menghadiri atau  jadi peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu. Seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, sedangkan papua tidak ikut terlibat didalamnya.

Pada saat proklamasi yang dibacakan pada tanggal 17 agustus 1945 oleh soekarno atas desakan organisasi kiri di indonesia dengan memanfaatkan kekalahan jepang atas serangan bom hirozima dan naga zaki tidak ada orang papua disana.

Pada rapat PPKI tanggal 18 agustus 1945 tidak ada orang papua ikut hadir. Karena batas wilayah tritorial indonesia hanya cabang Ache sampai ke amboina (Ambon) papua tidak termasuk dalam wilayah indonesia. Sekalipun Bangsa papua dan bangsa Indonesia di jajah oleh satu kolonial Belanda namun pengelolaan administrasi dikelola berbeda.

Untuk wilayah hindia belanda itu cabang ache sampai ke ambon dengan pusat adminstrasi belanda di Batavia sekarang jakarta. Sedangkan admintrasi Pemerintahan belada di papua itu holandia sekarang jayapura. Setelah proklamir kemerdekaan indonesia 17 agustus 1945, orang papua masih wilayah koloni belanda. Kemudian pada tanggal 12 desember 1950 belanda sebagai kolonial di papua mendaftarkan  wilayah papua di komite 24 PBB. Belada sebagai negara penjajah mempersiapkan kemerdekaan papua secara terpisa. 

Pertama Belanda mendorong kaum terpelajar orang papua membentuk KNP. Setelah Komite Nasional Papua, membentuk pada tanggal 5 april 1961 Dewan New Gunea Raad  sebagai lembaga refresentatif bangsa papua. Pada tanggal 19 oktober 1961 kongres pertama diadakan di holadia. 1 desember 1961 manivesto politik bangsa papua  dibacakan di Holandia. Pada tanggal 19 desember soekarno membacakan trikora di alun-alun Jongjakarta dengan membentuk komando madela setelah mendapatkan bantuan logistik militer dari Rusia.

Dalam pembacaan trikomando itu Soekarno sebagai presiden mengakui adanya negara di Papua.

  • Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda.
  • Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat, tanah air Indonesia.
  • Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.

Pada 15 agustus 1962 kesepakatan atau perjanjian New York Agreement dilakukan tanpa keterlibatan orang Papua. Pada tanggal 30 September 1962 dilakukan Roma agreement tanpa melibatkan orang papua. Pada 1 mei 1963 Penyerahan adminstrasi west papua oleh UUNTEA kepada indonesia tanpa sepengetahuan orang papua atas desakan kapitalis amerika dan militer indonesia. Setelah penjerahan administrasi kontrak karya PT Freeport dilakukan 1967.

Setelah itu untuk kepentingan ekonomi kapitalis pepera 1969 dimenangkan oleh militer indonesia tidak sesuai dengan perjanjian New York 1962. 1025 orang Papua yang dipilih oleh militer indonesia yang secara terpaksa ikut kemauan indonesia. Penentuan pendapat rakyat (Pepera) dilakukan penuh dengan rekayasa, cacat hukum dan moral karena telah melanggar ketentuan perjanjian New York pada  pasal 18 mengatur tentang pemilihan secara bebas dan demokratis.

Setelah hasil pepera di laporkan dalam sidang majelis umum PBB ada perdebatan alot terjadi. Ada 41 negara dimotori oleh negara senegal afrika selatan dan negara-Negara caribian menolak laporan hasil pepera oleh indonesia dan perwakilan PBB. Kemudian mereka mengusulkan referendum ulang berdasarkan perjanjian New York. Namun indonesia tidak terima usulan tersebut, indonesia masih kepala keras untuk merebut papua sementara negara -negara yang menolak  hasil pepera masih bertahan dengan opsinya bahwa referendum ulang harus dilakukan pada  tahun 1975.

Akhirnya untuk perdebatan alot tersebut PBB sangat hati mencatat nomor registrasi 2504 dalam buku agenda UN dengan opsi indonesia dan Belanda sama membangun papua selama 25  tahun untuk membagun pendidikan, kesehatan ekonomi. Setelah 25 berakhir maka kembalikan ke PBB untuk lakukan referendum ulang. Namun indonesia memutuskan hubungan papua dan belanda dan mengklaim wilayah papua sebagai wilayah koloninya atas dukungan amerika. Sementara itu belada tidak bisa berbuat apa-apa karena ditekan oleh amerika untuk lepaskan papua ke tangan indonesia supaya kepetingan ekonomi kapitalis   lebih khusus ekplorasi emas oleh freeport berjalan mulus.

Indonsia tidak patuhi kesepakatan dengan nomor 2504 untuk membangun 25 tahun. Sehingga pada tahun 1988 Thomas Wanggai deklarasikan melanesia barat pada tanggal 14 desember 1988 untuk mengingatkan PBB , Amerika , Belanda dan  indonesia agar west papua kembalikan ke PBB agar dilakukan referendum berdasarkan ageda PBB dengan nomor 2504. Jadi tidak ada resolusi yang mengikat di PBB bahwa West Papua bagian dari Indonesia. Belum ada resolusi final yang diadopsi UN tentang status politik papua. 

Keberadaan indonesia di Papua ilegal, karena semua perjanjian internasional dilanggar atas  kongkalingkong amerika dan indonesia untuk kepentingan ekonomi. Oleh karena itu saudara Yance Hendrik Udam perlu belajar sejarah aneksasi bangsa papua ke dalam indonesia. Sebab papua secara hukum belum final dalam Indonesia, semua hanya konsfirasi kepentingan ekonomi sehingga Belanda diam,  PBB pun diam sementara  Indonesia dan amerika tidak patuhi perjajian internasional. Dengan demikian hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua masih berlaku.

Atas dasar apa Yance nengatakan bahwa Papua dalam NKRI final? Apakah ada orang papua yang pernah berjuang untuk indonesia merdeka. Atau mungkin ada pejuang indonesia orang papua marga udam yang pernah berjuang? Jangan balik fakta tidak ada itu orang papua sama berjuang untuk kemerdekaan indonesia. Indonesia mengkelaim bahwa ada orang papua seperti Yohanes dimara, Marten  Indei, kaisepo, dan silas papare itu bukan pejuang indonesia.

Mereka itu hanya membatu indonesia mencaplok wilayah papua  masuk dalam Indonesia.  Poroklamasi 17 agustus 1945, sedangkan silas papare dan rekan-rekan hanya alat dipakai indonesia setelah perjanjian 15 agustus 1962. Sehingga indonesia membohongi generasi papua bahwa orang papua pernah berjuang indonesia merdeka.

Maka itu kami ingatkan kepada saudara Yance Udam silakan cari makan tetapi dengan cara yang bermartabat. Jangan anda hidup dan kasih makan keluarga dengan hasil pengemis di Media kepada pemerintah kolonial. Bertobatlah! orang seperti ini jangan hidup dengan hasil penghisapan , tidak boleh menjadi manusia instan minta uang terus kepada indonesia. Saudara Yance Udam kami sangat hargai hak anda tetapi jangan jadi pengemis kolonial.

Hormat kami

Ones Nesta Suhuniap
Jubir Nasional KNPB.

Comments

comments

3 thoughts on “Status Politik Papua dalam NKRI belum Final

Add Comment