Polisi geledah markas KNPB, seorang warga ditangkap

Jayapura, Jubi – Pasukan gabungan TNI/Polri melakukan penggrebekan di Markas Komite Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Kampung Vietnam, Perumnas III, Jayapura, pukul 16.32 Waktu Papua (WP). Dalam penggerebekan ini, aparat juga menangkap seorang warga yang sedang berkebun.

Ketua umum Komite Nasional Papua Barat Agus Kosay mengatakan, tim gabungan TNI/Polri datang menggunakan enam truk tentara, dua mobil Polantas, lima mobil dua gardan milik Polisi dan enam mobil minibus.

“Sampai sekarang situasi di Vietnam, Perumnas III mencekam. Gabungan aparat keamanan TNI/Polri, dengan kekuatan penuh sedang sweeping masuk keluar asrama-asrama Uncen atas dari unit satu sampai unit enam,” katanya kepada Jubi, melalui sambungan telepon, Jumat, (30/12/2018).

Agus menganggap tindakan aparat Kepolisian ini diluar batas. Penggerebekan tanpa alasan ditambah penangkapan seorang warga yang tengah berkebun dianggap Agus sebagai tindakan semena-mena dan tak berdasar.

“Polisi terlalu keterlaluan karena mereka menahan Larius Heluka seorang warga yang pekerja kebun di belakang asrama unit enam  padahal yang bersangkutan sedang mencari makanan ternak babi dan berkebun,” kata Agus Kosay.

Tak hanya itu, aparat juga merusak sejumlah fasilitas yang ada saat penggerebekan berlangsung. Sejumlah mahasiswa yang berusaha mengabadikan momen penggerebekan juga tak luput dari tindakan represif Polisi.

“Dua pintu depan rusak dan tiba-tiba di cat dengan warna hitam. lemari ditendang sampai hancur dan satu papan tulis juga rusak. Mahasiswa yang ambil gambar juga disuruh hapus,” katanya.

Juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Ones Suhuniap mengatakan, sejumlah polisi datang ke kantor mereka dengan senjata lengkap.

“Polisi melakukan penggrebekan di markas besar KNPB. Tapi mereka juga merusakkan aset milik KNPB. Termasuk pembakaran bendera KNPB,” katanya. (*)

Comments

comments

Add Comment