Pangdam Cenderawasih bantah ada majelis gereja jadi korban TNI/Polri di Nduga

Jayapura, Jubi –  Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yoshua Sembiring menampik adanya gembala atau warga sipil yang tertembak saat tim gabungan TNI/Polri hendak mengevakuasi korban dari Mbua dan Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Menurutnya, Danrem 172 PVY Kol Inf Binsar Sianipar sudah bertemu dengan masyarakat dan menanyakan hal itu, namun sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat.

“Memang sempat terjadi kontak senjata dengan kelompok bersenjata dan bukan dengan warga sipil,” kata Sembiring di Jayapura, Sabtu (15/12/2018).

Dia mengatakan, sampai saat ini masyarakat tidak ada yang melapor tentang adanya korban dikalangan mereka, apalagi gembala sehingga pihaknya berharap agar informasi yang disampaikan disertai dengan bukti-bukti.

“Jangan hanya katanya, karena saat kontak senjata terjadi itu antara kelompok bersenjata dengan tim gabungan TNI/Polri dan bukan dengan warga sipil,” ujar Mayjen TNI Sembiring.

Saat ini kawasan seperti Mbua, dan Yigi sudah dikuasai dan sudah didirikan pos serta berangsur-angsur warga masyarakat yang sebelumnya mengungsi kembali ke rumah mereka.

Mantan Kasdam Siliwangi, itu berharap masyarakat percaya bahwa kehadiran anggota TNI/Polri untuk membantu dan memberikan rasa aman dari gangguan kelompok bersenjata.

“Percayalah kehadiran anggota selain mencari dan mengevakuasi karyawan PT. Istaka yang menjadi korban pembunuhan KKB juga mengamankan masyarakat di wilayah tersebut,” ujar Pangdam Cenderawasih.

Pernyataan Sembiring bertolak belakang dengan kesaksian Pendeta Giay kepada Jubi yang pernah dimuat oleh tabloidjubi.com.

Minggu (9/12/2018) tabloidjubi.com memberitakan kesaksian dari Pendeta Benny Giay yang menyebutkan bahwa Yulianus Tabuni, warga Mbua, harus kehilangan nyawa saat proses evakuasi korban insiden Nduga, 2-3 Desember lalu. Bahkan ternyata, Yulianus Tabuni merupakan seorang majelis gereja setempat, tepatnya di Distrik Mbua.

“Benar, Yulianus Tabuni adalah majelis gereja di Mbua Dia bukan anggota kelompok bersenjata. Dia yang biasa mengurus kolekte gereja,” jelas Pendeta Dr. Benny Giay kepada Jubi.

Yulianus, menurut Pendeta Giay, dilaporkan oleh anggota jemaat gereja Kemah Injili (Kingmi) tewas ditembak aparat keamanan dalam gereja saat aparat keamanan sedang melakukan evakuasi korban insiden Nduga Namun belum diketahui apa sebabnya.

Gereja Kingmi sendiri memiliki sekitar 60 ribu umat di Nduga. Mayoritas penduduk Kabupaten Nduga adalah umat Gereja Kingmi.

Sementara itu, pernyataan Pendeta Giay juga dikuatkan oleh keterangan Tokoh pemuda Papua asal Nduga, Samuel Tabuni. Ia mengkonfirmasi adanya empat warga yang tewas di Nduga saat proses evakuasi berjalan. Dua orang warga di Distrik Mbua dan dua lainnya di Yigi tewas ditembak aparat keamanan.

“Satu di Mbua itu paman saya. Dia majelis gereja, namanya Yulianus Tabuni. Ia ditembak tiga hari setelah pristiwa penembakan karyawan PT, Istaka Karya,” kata Samuel. (*)

Add Comment