Aksi 1 Desember di Surabaya nyaris bentrok dengan ormas

Jayapura, Jubi – Tiga ratusan mahasiswa Papua yang berunjuk rasa nyaris bentrok dengan kelompok ormas di Surabaya pada Sabtu (1/12/2018). Semula mahasiswa berorasi di depan Studio Radio Republik Indonesia, Jalan Pemuda, Surabaya.

Dilansir tempo.co dalam orasinya, mahasiswa yang mengenakan atribut bendera Bintang Kejora itu menuntut agar rakyat Papua Barat diberi hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokrasi. Mereka juga menuntut Papua Merdeka.

Rencananya, Aliansi Mahasiswa Papua itu akan meneruskan long march ke Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo. Namun karena di halaman Grahadi sedang berlangsung upacara peringatan Hari Korpri, langkah pengunjuk rasa dihadang polisi di Jalan Pemuda. Kendaraan taktis lapis baja penyemprot air juga disiagakan.

Suasana menjadi tegang ketika massa kontra Aliansi Mahasiswa Papua mulai berdatangan dan menggelar unjuk rasa tandingan. Orasi terdengar bersahut-sahutan dan kedua kubu saling kecam.

Massa tandingan yang berjumlah sekitar 200 orang antara lain datang dari Forum Komunikasi Putra-Putri TNI/ Polri, Himpunan Putra-Putri Angkatan Darat, Pemuda Pancasila dan komunitas pencak silat.

Selain di Surabaya, aksi 1 Desember ini juga dilakukan di Kupang, Ambon, Ternate, Jayapura, Jakarta, Yapen, Asmat, Timika, Manado, Makassar, Asmat dan Sorong.

Dari data yang dikumpulkan Jubi sejak 30 November, berkaitan dengan aksi 1 Desembe ini, tercatat penangkapan 18 orang di Kupang, 43 orang masih ditahan di kantor Polisi Ambon, 99 orang diamankan di Ternate, sekitar 34 orang ditahan di Jayapura, 4 orang ditangkap di Yapen. Sementara secretariat KNPB di Waena (Jayapura), Asmat, Timika dan Sorong didatangi dan dirusak oleh aparat keamanan. Sementara massa aksi di Jakarta dihadang oleh aparat keamanan di Kantor LBH Jakarta. (*)

Comments

comments

Add Comment