Kerugian rusaknya gedung parlemen PNG capai AS$3 juta

Port Moresby, Jubi – Biaya kerusakan gedung Parlemen Papua Nugini, disebabkan protes sekelompok anggota pasukan keamanan beberapa pekan lalu yang menuntut pembayaran gaji APEC, mencapai lebih dari AS $ 3 juta, ungkap juru bicara parlemen nasional PNG, Job Pomat.

Pomat awalnya menentukan perkiraan biaya kerusakan antara $ 3 juta sampai $ 4,6 juta yang, katanya, harus dibiayai oleh pemerintah.

Sementara itu, Pomat juga menyatakan betapa terkejutnya ia karena tidak ada pemimpin lain, kecuali Sir Michael Somare, yang mengecam aksi serangan itu.

Ia lalu menambahkan kalau anggota-anggota staf yang berkantor di gedung parlemen, juga mengalami trauma akibat insiden itu, dan akan diberikan hari libur sehingga pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan gedung, dapat dilakukan sebelum parlemen memulai sesi berikutnya 22 Januari tahun depan.

Koran Post Courier melaporkan bahwa Pomat menegaskan situasi seperti itu, tidak boleh dibiarkan terjadi sekali lagi.

“Parlemen itu bukan milik satu orang, tetapi milik semua orang PNG,” tambahnya.

Sebelas petugas kepolisian telah ditangkap karena terlibat dalam serangan itu, menurut Komisaris Polisi, Gari Baki, beberapa hari lalu.

Ratusan polisi dan petugas pemasyarakatan berkumpul di parlemen, sejumlah oknum memasuki dan merusak beberapa bagian di dalam gedung tersebut, mengintimidasi staf-staf kantor parlemen, dan menuntut pembayaran untuk pekerjaan mereka selama KTT APEC.

Baki berkata bahwa polisi sudah memiliki bukti yang cukup, dan telah mendapatkan surat perintah penggeledahan yang diberikan pengadilan.

Kesebelas petugas kepolisian sudah ditangkap, karena memiliki berbagai barang-barang yang diyakini telah dijarah dari gedung Parlemen 20 November lalu, katanya. Semua petugas itu berbasis di National Capital District dan sekarang ditahan polisi.

Komandan Polisi Port Moresby juga telah meminta publik untuk melapor kepada mereka, jika ada petugas kepolisian yang mendorong massa untuk menjarah toko-toko di daerah kota (RNZI)

Source: TabloidJubi

Comments

comments

Add Comment