Papua dan Madang tandatangani LoI Sister Province

Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Madang Peter Yama, saat menandatangani Letter of Intent (LoI) Sister Province di Gedung Negara - Jubi/Humas Pemprov
Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Madang Peter Yama, saat menandatangani Letter of Intent (LoI) Sister Province di Gedung Negara – Jubi/Humas Pemprov

Jayapura, Jubi – Provinsi Papua dan Provinsi Madang, Papua New Guinea (PNG) menandatangani Letter of Intent (LoI) Sister Province di Gedung Negara, Jayapura, Minggu (21/10/2018).

Ini sebagai tindak lanjut rencana kerjasama dua provinsi yang meskipun berada di satu daratan namun berbeda negara ini.

“LoI ini untuk mewujudkan rencana kerjasama antara Papua dengan Madang yang dibicarakan September lalu di Madang,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, usai menandatangani LoI.

LoI ini, menurut Enembe, tak hanya mengakomodir kerjasama perekonomian saja. Melainkan memuat poin-poin kerjasama di bidang perindustrian dan perdagangan, pariwisata dan sosial budaya, infrastruktur, perhubungan, pendidikan dan pelatihan kesehatan, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, karantina, pertambangan, hingga search and rescue.

“Juga beberapa bidang lainnya yang disepakati para pihak,” ujarnya.

Ditambahkan Enembe, kerjasama di bidang perdagangan adalah kerjasama yang paling siap dilakukan karena kedua provinsi telah mensepakati beberapa hal seperti kesiapan sarana perkapalan, lahan hingga pergudangan. Sebab, Papua dan Madang memiliki pelabuhan yang siap secara infrastruktur.

“Pelabuhan Jayapura sudah punya kantor bea cukai dan karantina. Kita sudah ekspor kayu dari pelabuhan Jayapura. Demikian juga pelabuhan Madang. Secara teknis, kerjasama perdagangan sudah bisa dilakukan,” kata Enembe.

Gubernur Madang, Peter Yama, mengatakan Madang merupakan kota ketiga di PNG yang pelabuhannya bisa melakukan aktivitas ekspor impor, setelah Port Moresby dan Lae.

Ia juga menegaskan komoitmennya untuk mewujudkan Sister Province sama kuatnya dengan komitmen Gubernur Enembe.

Komitmen kami sama kuatnya. Karena itu hari ini kami wujudkan dengan penadatanganan LoI Sister Province ini,” kata Yama.

Ia juga berharap LoI Sister Province ini bisa mewujudkan kerjasama bidang olahraga. Karena kedua provinsi memiliki klub-klub olahraga terbaik di masing-masing negara. Madang punya klub rugby terbaik di PNG sedangkan Papua punya klub sepakbola terbaik di Indonesia.

“Kita bisa mengirimkan pelatih rugby ke Papua dan kami harap pesepakbola dari Papua bisa bermain di klub sepakbola PNG, terutama di Madang,” ujarnya.

Selama dua hari (21-22 Oktober) Peter Yama melakukan kunjungan kerja ke Jayapura. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Gubernur Enembe pada bulan September lalu.

Dalam kunjungannya ini, Gubernur Yama membawa sekitar 35 orang yang terdiri dari pejabat pemerintahan Provinsi Madang, pengusaha, dan wartawan.

Selain menandatangani LoI, Gubernur Yama juga dijadwalkan bertemu dengan pengusaha-pengusaha Papua serta melihat pembangunan Stadion Papua Bangkit dan jembatan Hamadi – Holtekam. (*)

Comments

comments

Add Comment