Gubernur Papua dan Madang pertegas kerjasama ekonomi

Gubernur Papua, Lukas Enembe, menyambut kedatangan Gubernur Madang, Peter Yama, dan para delagasi, di Gedung Negara Jayapura - Jubi/Alex
Gubernur Papua, Lukas Enembe, menyambut kedatangan Gubernur Madang, Peter Yama, dan para delagasi, di Gedung Negara Jayapura – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Lukas Enembe, dan Gubernur Madang, Peter Yama, mempertegas kerjasama antar kedua provinsi di bidang ekonomi dan lainnya.

Hal tersebut dipertegas lewat kunjungan kerja Gubernur Madang, Papua Nugini, ke Provinsi Papua, Minggu (21/10/2018). Kunjungan kerja ini akan berlansung hingga beberapa hari ke depan.

“Papua dan Papua Nugini bertetangga sangat dekat. Oleh karena itu, penting ada hubungan kerjasama, tidak boleh ada sekat,” kata Enembe, di hadapan Gubernur Peter Yama dan delegasi.

Dengan adanya kerjasama, ujar ia, secara otomatis pengusaha Papua dan PNG akan kerjasama. Dengan demikian, produk-produk Asia hanya akan masuk lewat pintu Papua, tidak ada yang lain.

“Barang Asia lebih cepat masuk jika lewat Papua, jika lewat jalur lain tentu akan memakan waktu yang lama. Untuk itu, ke depan semua barang yang masuk harus dari Papua,” ujarnya.

Terkait jalur penerbangan, ujar Enembe, dirinya sudah bertemu langsung dengan pimpinan Lion Air. Pada intinya mereka setuju, namun masih melakukan penjajakan guna melihat keuntungan jika membuka rute penerbangan dari Papua ke Papua Nugini dan negara Pasifik lainnya.

“Jika memungkinkan, jalur penerbangan ke Pasifik lewat Merauke. Disamping itu, pemerintah provinsi Papua juga berkeinginan menjadi peserta saham Lion, namun hal itu akan terwujud pada 2020,” kata Enembe.

Gubernur Madang, Peter Yama, mengatakan pihaknya memandang Papua sebagai satu kesatuan dengan Papua Nugini dan Madang. Untuk itu, ketika berkunjung ke Bumi Cenderawasih dirinya merasa berada di rumah sendiri.

“Ketika melihat langsung Papua, saya bingung kenapa dari dulu tidak ada politisi atau pemimpin PNG yang mau membuka kerjasama atau melakukan kunjungan kerja di Papua. Untuk itu, saya akan buka kerjasama dan akan terus menerus megunjungi Papua,” kata Yama.

Ia tekankan perkembangan ekonomi tidak akan berjalan apabila tidak ada kepercayaan. Oleh sebab itu, dengan adanya kunjungan Gubernur Papua ke PNG dan Madang akan menjadi landasan terbaik kerjasama selanjutnya.

“Saya percaya Lukas Enembe bukan orang yang salah, karena Tuhan sudah meletakkan bapa sebagai pemimpin Papua. Saya harap hubungan yang baik ini bisa menjadi landasan kerjasama sektor bisnis di bidang apapun,” ujarnya.

Menurut ia, di Papua Nugini ada tiga provinsi yang telah diberikan kewenangan luas oleh pemerintah Indonesia di bidang ekonomi, dan Madang adalah salah satunya.

“Untuk itu, saya akan membina hubungan yang baik ini dengan terus berdiskusi dan membangun Papua dengan damai dan saya tidak akan meninggalkan bapak gubernur,” katanya.

“Madang merupakan pusat kebudayaan di PNG, bahkan memiliki 148 bahasa. Untuk itu, kami bersyukur Gubernur Papua sudah mentapkan kerjasama dengan Provinsi Madang. Kami siap melakukan MoU dengan Papua dan mendukung 100 persen,” sambungnya. (*)

Comments

comments

Add Comment