Ditekan saat pemeriksaan, aktivis KNPB Mimika memberikan keterangan palsu

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey (kanan) bersama Yakonias Womsiwor dan Erikson Mandobar di Mako Brimob Mimika - Jubi. Dok. Komnas HAM Papua
Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey (kanan) bersama Yakonias Womsiwor dan Erikson Mandobar di Mako Brimob Mimika – Jubi. Dok. Komnas HAM Papua

Jayapura, Jubi – Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, ketika ia bertemu salah satu aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Mimika yang ditangkap saat penggerebekan di Sekretariat KNPB setempat, 15 September 2018, Erikson Mandobar, 2 Oktober 2018, yang bersangkutan mengaku ditekan saat pemeriksaan polisi sehingga memberikan keterangan palsu, dengan menyatakan mengetahui terkait sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi penggerebekan.

“Terkait amunisi, senjata api, bendera Bintang Kejora, dan bom rakitan, Erikson menyatakan tidak tahu. Tapi saat pemeriksaan dia ditekan terus sehingga jenuh, dan mengatakan dia tahu. Tapi akhirnya dia menyesal, karena pengakuannya berdasarkan keterpaksaan,” kata Ramandey, Rabu (3/10/2018).

Menurutnya, kini Yakonias Womsiwor bersama rekannya Erikson Mandobar ditahan di Mako Brimob Detazemen B Mimika. Komnas HAM Papua telah meminta Polres Mimika agar keduanya tidak jaga ketat, dan diberikan akses setiap ada pihak yang akan menemuinya, terutama dari keluarga.

“Pihak Polres dan Brimob sendiri menjamin dan mempersilahkan pihak kelurga dan pihak lain jika ingin menjengkuk mereka di tahanan,” ujarnya.

Katanya, Komnas HAM perwakilan Papua melihat langsung kondisi keduanya, sesuai instruksi Komnas HAM RI, karena kasus tersebut menjadi pertanyaan berbagai organisasi HAM di beberapa negara.

“Mereka juga harus segera didampingi pengacara, karena kasus mereka cukup serius. Namun yang terpenting kami sudah memastikan jika mereka diperlakukan secara manusiawi,” ucapnya.

Beberapa hari setelah penggerebekan Sekretariat KNPB Mimika, polisi menetapkan dua tersangka. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal kala itu mengatakan, dalam pemeriksaan polisi, dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka mengaku mengetahui asal usul amunisi, serta senjata api saat yang ditemukan di lokasi penggerebekan.

“Keduanya juga mengetahui sumber amunisi yang dibawa RW dari Timika ke Kabupaten Yahukimo. Diduga keduanya memiliki jaringan dengan pemasok amunisi,” kata Kamal kala itu. (*)

Comments

comments

Add Comment