MRP undang LSM, konsolidasi gerakan advokasi di Papua

Foto bersama usai rapat dengar pendapat LSM dengan MRP di ruang sidang MRP (Jubi/Mawel)
Foto bersama usai rapat dengar pendapat LSM dengan MRP di ruang sidang MRP (Jubi/Mawel)

Jayapura, Jubi – Majelis Rakyat Papua mengundang belasan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) ke kantor MRP pada Jumat 14 September 2018. Dua belas LSM hadir.

Ketua Badan Musyawarah MRP, Benny Sweny, mengatakan LSM itu diundang dalam agenda rapat dengar pendapat, membangun konsolidasi gerakan advokasi bersama guna menyelamatkan tanah dan manusia Papua.

Kata Sweny, rapat ini mendengarkan yang menjadi bidang kerja para LSM dan masalahnya. Ada dua poin penting yang tertangkap pada pertemuan itu.

“Advokasi kebijakan publik, dan organisir masyarakat bagaimana peningkatan hidup masyarakat,”ujar dia kepada jurnalis usai pertemuan, Jumat (14/09/2018)

Hendri Muabuai dari Kontra Pengaruh, LSM yang bergerak pada advokasi keterbukaan informasi publik mengatakan sejauh ini, pihaknya bekerja sama dengan Komisi keterbukaan informasi publik, .

Yayasan Konsultasi Independent Pemberdayaan Rakyat Papua (KIPRA) pada rapat dengar pendapat itu, mengatakan pihaknya selama ini melakukan advokasi kebijakan publik dengan fokus kerja advokasi anggaran dan produk-produk hukum.

“Kami konsen pada advokasi kebijakan publik, apakah sudah berpihak kepada rakyat atau melenceng,” ujar Irianto Yakobus dari KIPRA Papua

Perwakilan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Papua, Ais Rumbekwan mengatakan pihaknya selama ini mengawal dan mengadvokasi kebijakan pembagian sertifikat tanah yang dilakukan Jokowi. Menurutnya program itu tidak bisa terlaksana di Papua. Karena, tidak ada tanah di Papua yang terlantar.

“Kalau MRP bersama-sama mengadvokasi, sertifikat yang Jokowi bagi itu bisa gugur. Sayangnya MRP tidak serius,”ujarnya.

Sejumlah LSM yang turut hadir, antara lain Forum Kerja Sama LSM Papua, JADUPA, TIKI, Kerja sama USA, YPMD, Kontra Pengaruh, WVI dan LSM lain. Hasil rapat dengar pendapat itu, akan dibahas lebih lanjut dalam diskusi yang lebih fokus dan serius. (*)

Comments

comments

Add Comment