Legislator : Penangkapan ayah dan anak, AY-SY tidak manusiawi

Ilustrasi unjuk rasa. (Jubi Doc.)
Ilustrasi unjuk rasa. (Jubi Doc.)

Jayapura, Jubi – Legislator Papua Laurenzus Kadepa menilai aparat Kepolisian Resort (Polres) Mimika menangkap AY dan anaknya SY dengan cara berlebihan dan tidak manusiawi. Ayahnya, mengunggah video “Papua Merdeka” di akun Facebook miliknya.

“Jika terjadi penangkapan terus- menerus itu sudah sangat berlebihan. Negara Republik Indonesia benar-benar membungkam ruang demokrasi di tanah Papua,” katanya kepada Jubi melalui sambungan selulernya, Sabtu, (25/8/2018).

Menurut Kadepa , penangkapan AY dan anaknya itu bukan solusi yang tepat. Negara ini harus mengubah sistem dan pola pendekatannya kepada masyarakat Papua.

“Selama ini pola pendekatan represif dan tidak manusiawi, pembunuhan dimana- mana, sesungguhnya hal itu tidak akan menyelesaikan masalah Papua. Jangan hanya mau merampas SDA tapi manusianya diabaikan dan diperlakukan seperti binatang,” katanya.

Berkaitan dengan penangkapan AY dan anaknya, dirinya mengaku sudah melaporkan kepada pihak Polda Papua , namun belum beroleh jawaban. Sedangkan Pjs. Gubernur Papua, Soedarmo menjawab mereka akan  monitor bersama kasus ini.

“Pihak keamanan harus harus elegan dalam bersikap dengan menjunjung nilai nilai demokrasi,” katanya.

Aktivis Independen Theo Hesegem mengatakan, sebagai pemerhati HAM dirinya sangat prihatin dengan kekerasan yang selama ini terus terjadi di Papua. Konflik yang terjadi, selalu saja memakan ratusan korban jiwa.

“Kini sampai sekarang korban masih terus bertambah. Dari TNI/POLRI juga TPNPB/OPM. Sedangkan dalam peperangan kedua belah pihak itu, masyarakat sipil juga ikut Korban. Korban bukan hanya orang Asli Papua saja tetapi juga dialami masyarakat Non Papua,” katanya.

Dengan kian memburuknya situasi di Papua ini, menurutnya pemerintah Indonesia tidak harus bisu dan tuli. Perlu ada solusi agar kekerasan di Papua berakhir.

“Pengiriman pasukan di Papua bukan menjadi solusi penyelesaian masalah tetapi justru menambah masalah dan tambah rumit. Warga penduduk Indonesia yang menjadi korban adalah menjadi tanggung jawab negara, agar mencari solusi atau jalan keluar yang terbaik untuk menyelamatkan warga yang lain,” katanya.(*)

Comments

comments

Add Comment