Penembakan di Nduga sangat disesalkan Paslon Gubernur Papua

Category: Papua Merdeka 14 0
Ilustrasi masyarakat saat mengecek nama mereka yang tertera dalam DPT di salah satu TPS di Kota Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.
Ilustrasi masyarakat saat mengecek nama mereka yang tertera dalam DPT di salah satu TPS di Kota Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lukas Enembe-Klemen Tinal (Lukmen) menyayangkan kasus penembakan yang terjadi pagi tadi sekitar pukul 08.00 WP di Bandar Udara (Bandara) Kenyam, Kabupaten Nduga.

“Kalau memang ada masalah pasti ditunda, memang di Nduga dan Paniai yang kita dengar logistik Pilkada mereka masih tertahan, tapi kita berharap hari ini bisa selesai,” kata Lukas Enembe kepada wartawan usai menyalurkan hak suaranya di TPS 023 Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Rabu (27/6/2018).

Sementara itu, calon Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengaku sangat menyayangkan situasi yang terjadi di Kabupaten Nduga. Lantaran kondisi tersebut, kata Klemen, hak demokrasi masyarakat harus tertunda.

“Kami sebagai calon maupun masyarakat di Papua sangat menyayangkan terjadinya situasi itu. Hak demokrasi masyarakat yang seharusnya mereka bersuka cita dalam pesta demokrasi untuk memberikan aspirasi suaranya di daerah itu, harus tertunda,” kata Klemen di Jayapura.

Dengan kejadian tersebut dirinya memprediksi kemungkinan tahapan pencoblosan bakal tertunda.

“Kalau saya lihat, mungkin kalau kondisinya begitu, ya itu tunda,” ujarnya.

Soal tanggapan Kapolri, Tito Karnavian yang mengatakan kejadian di Nduga lebih terkait dengan politik, menurut Klemen, hal itu harus menjadi dasar bagi semua.

“Masalah konfik dan lainnya  sebagaimana seperti yang disampaikan Pak Kapolri bisa menjadi dasar bagi kita semua. Beliau yang lebih tahu kamtibmas seperti apa,” ujarnya.

Terpisah, Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Papua, Soedarmo mengatakan untuk proses pencoblosan Pilgub di Kabupaten Nduga yang dilaporkan oleh KPU Provinsi Papua atas perintah KPU RI akan memberhentikan sementara KPUD Nduga, dan pelaksanaan Pilgub akan diambil alih oleh KPU Provinsi, namun hingga sekarang KPUD Provinsi belum tiba di Nduga.

“Mungkin prosesnya bisa mundur,” kata Soedarmo kepada wartawan, Rabu (27/7/2018) siang.

Soal kondisi keamanan, Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan adanya suara tembakan di Bandara Kenyam sekitar pukul 08.00 pagi waktu Papua.

“Benar. Ada penembakan tadi pagi kurang lebih enam kali tembakan dari kejauhan,” kata Kapolda Papua sekaligus memastikan pihaknya bersama TNI sedang mengejar para pelaku penembakan yang disinyalir berjumlah kurang dari 10 orang.

Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal mengatakan logistik pilgub yang awalnya sudah berada di  bandara Kenyam rencananya akan di distribusikan Rabu (27/7/2018) pagi, namun karena suara tembakan, maka pendistribusian dibatalkan.

“Sudah persiapan pendistribusian logistik ke distrik, karena ada suara tembakan sehingga penyelenggara belum berani,” katanya sembari menegaskan pihaknya tetap melakukan pengawalan untuk logistik tersebut sambil menunggu pihak penyelenggara. (*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment