PBB pertanyakan undangan kunjungan HAM Indonesia ke Papua

Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia Zeid Raad Al Hussein - UNHRC
Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia Zeid Raad Al Hussein – UNHRC

Jayapura, Jubi – Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia Zeid Raad Al Hussein pada sesi ke-38 sidang Dewan Hak Asasi Manusia yang berlangsung di Jenewa, Swiss, Senin (18/6/2018) mempertanyakan undangan pemerintah Indonesia untuk berkunjung ke Papua.

Pemerintah Indonesia mengundang Komisoner Zeid untuk berkunjung ke Papua setelah kunjungan terakhirnya ke Indonesia pada bulan Februari lalu.

“Dalam perjalanan diskusi kami selama dua hari terakhir pemerintah Indonesia telah mengundang kami untuk berkunjung ke Papua,” sebut Komisioner Zeid dalam pernyataannya kepada wartawan di Jakarta, saat itu.

Sayangnya, undangan pemerintah Indonesia itu belum bisa terwujud hingga saat ini. Kantor perwakilan PBB di Bangkok, Thailand hanya menyebutkan belum ada kepastian tanggal sebagai penjelasan atas hal tersebut.

BACA Komisioner HAM PBB singgung penangkapan dan penahanan sewenang-wenang di Papua

“”Di Indonesia, saya khawatir meski ada hubungan positif dengan otoritas, undangan pemerintah (Indonesia) untuk kantor saya mengunjungi Papua, yang diberikan saat saya berkunjung pada Februari lalu, belum terpenuhi,” ungkap Zeid dalam pernyataan pembukanya yang disampaikan dalam sidang sesi ke-38 Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Duta Besar RI untuk PBB, Hasan Kleib, dikutip CNN Indonesia,  menyayangkan pernyataan Zeid ini. Ia meyebutkan staf Zeid melapor kepada Zeid ketika akses belum selesai diurus.

Hasan memastikan akan meluruskan informasi ini dalam salah satu sesi di markas PBB di Jenewa. (*)

Comments

comments

Add Comment