Petisi untuk dakwa PM Tonga dan enam menteri beredar

Category: Pasifik Selatan 19 0
Mele Amanaki, salah satu dari enam orang yang memulai petisi tersebut. - RNZI/ Facebook
Mele Amanaki, salah satu dari enam orang yang memulai petisi tersebut. – RNZI/ Facebook

Nukuʻalofa, Jubi – Sebuah petisi telah disusun dan diedarkan di Tonga, untuk meminta agar tujuh menteri yang saat ini berada dalam kabinet, termasuk Perdana Menteri ‘Akilisi Pohiva, didakwa.

Petisi ini diharapkan akan diserahkan kepada Raja Tonga dan seluruh parlemen, pada Jumat mendatang (25/5/2018).

Sekretaris Jenderal asosiasi aparatur sipil negera Tonga, Public Service Association, Mele ‘Amanaki, berkata bahwa dirinya sendiri dan lima anggota komite lainnya yang memulai petisi tersebut.

‘Amanaki adalah kandidat anggota parlemen dalam dua pemilihan umum terakhir.

Koran Matangi Tonga melaporkan bahwa petisi itu, disebarkan secara daring agar mereka bisa mengumpulkan tanda tangan sebanyak mungkin.

Melalui petisi tersebut, mereka menyerukan agar ‘Akilisi Pohiva dan enam menteri dalam kabinetnya, yaitu Semisi Sika, Pohiva Tu’i’onetoa, Penisimani Fifita, Mateni Tapueluelu, Vuna Fa’otusia dan Tu’i Uata, didakwa.

Petisi itu menyatakan bahwa Raja Tonga dan semua rakyatnya, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri, telah meletakkan kepercayaan mereka kepada ketujuh oknum tersebut, untuk menjalankan tugas negara secara bertanggung jawab demi Tonga, namun petisi itu menuduh bahwa mereka telah menyalahgunakan kekuasaan mereka.

Mereka mensinyalir ketujuh anggota parlemen ini, telah mengelola pemerintah dengan buruk dan menyalahgunakan properti negara dan uang rakyat, dan yang terutama, tuduhan korupsi lainnya yang berkaitan dengan anggaran negara Tonga tahun 2015/16, 2016/17, dan 2017/18.

Petisi itu juga meminta agar rapat parlemen tentang rencana anggaran nasional tahun 2018-19 yang baru, ditunda sehingga audit keuangan dapat dilakukan. (RNZI)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment