Papuan Voices perkenalkan masyarakat adat Papua lewat film

Category: Modernisasi 10 0
Panitia Festival Film Papua ke-II saat menggelar konfrensi pers di kantor Jerat Papua, Ekspo, Kota Jayapura, Kamis, (18/5/2018) – Jubi/Abeth You
Panitia Festival Film Papua ke-II saat menggelar konfrensi pers di kantor Jerat Papua, Ekspo, Kota Jayapura, Kamis, (18/5/2018) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Papuan Voices sengaja memperkenalkan masyarakat adat Papua lewat Festival Film Papua ke-II (FFP II) di Kota Jayapura, tanggal 7 hingga 9 Agustus 2018 mendatang. Festival itu bertujuan memperkenalkan berbagai permasalahan adat lewat sajian film dokumenter.

“Tema FFP II adalah masyarakat adat Papua di tengah arus modernisasi. Kami pilih tema ini sebagai respon terhadap situasi di tanah Papua saat ini,” kata Ketua panitia FFP II, Harun Rumbarar, kepada wartawan, di kantor Jerat Papua Ekspo, Jayapura, Kamis, (7/5/2018).

Festival yang digelar sebagai upaya membangun kesadaran publik tentang isu-isu penting yang dihadapi oleh masyarakat adat Papua. Papuan voices ingin mendorong dan film maker muda Papua yang terampil dalam memproduksi film dokumenter .

“Dan sebagai wadah untuk memperkuat jaringan film makers di tanah Papua. Karya film yang kami putar menjelaskan posisi masyarakat adat di tengah arus pembangunan dan investasi yang semakin banyak masuk,” kata Rumbarar menjelaskan.

Ia berharap bisa memberi ruang bagi para filmaker untuk mengkritisi realita Papua terkait implementasi teori medernisasi dan dampaknya terhadap masyarakat adat.  Rangkaian kegiatan FFP II juga diisi pelatihan film bagi komunitas Papuan Voices, berupa worskhop media.

Sekretaris FFP II, Bernard Koten, mengatakan lembaganya fokus memproduksi dokumenter berdurasi pendek tentang manusia dan tanah Papua yang hendak disampaikan ke seluruh lapisan komunitas masyarakat di Tanah Papua, Indonesia dan Internasional.

“Untuk melihat Papua melalui mata orang Papua sendiri dalam bentuk film dokumenter,” kata Koten.

Tercatat Papuan Voices terbentuk tahun 2011 ketika Engage Media, Justice Peace and Integration of Creation (JPIC)  MSC Indonesia dan Sekretariat Keadilan Perdamaan dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Franciscan Papua (FP)  bekerja sama mulai melatih para filmmaker baru di Papua.

“Saat ini Papuan Voices tersebar di enam daerah di tanah Papua, yakni Biak, Jayapura, Keerom, Wamena, Merauke dan Sorong dan Raja Ampat,” katanya. (*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment