Mando Mote: Saya tidak pernah minta maaf dan memaafkan

Category: Hak Asasi Manusia 11 0
Mando Mote saat berkunjung ke Kantor Redaksi Jubi - Jubi/Arjuna.
Mando Mote saat berkunjung ke Kantor Redaksi Jubi – Jubi/Arjuna.

Jayapura, Jubi – Kepala bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Deiyai, Mando Mote menyatakan, ia tidak pernah meminta maaf dan memaafkan oknum Provos Polres Nabire yang memukulnya saat debat kandidat pasangan calon (paslon) kepala daerah Deiyai di Kabupaten Nabire, Sabtu (5/5/2018).

Mando Mote mengatakan, tidak benar ia meminta maaf dan telah memaafkan pelaku saat pertemuan dengan perwakilan Polda Papua, perwakilan Mabes Polri, Kapolres Nabire dan berbagai pihak terkait, beberapa hari pasca kejadian, seperti pemberitaan beberapa media online.

“Keliru kalau saya disebut meminta maaf dan telah memaafkan. Saya tidak pernah melakukan itu. Saya ini korban, bukan pelaku. Memang waktu pertemuan, Kapolres Nabire meminta maaf, tapi saya bilang simpan dulu. Saya masih tunggu sejauh mana proses hukum terhadap pelaku,” kata Mando Mote saat berkunjung ke Kantor Redaksi Jubi, Jumat (11/5/2018) petang.

Menurutnya, jika pelaku sudah diproses hukum dan mendapat sanksi, barulah ia akan berterimakasih kepada Kapolda Papua dan Kapolres Nabire yang telah memproses pelaku. Namun jika pelaku belum disanksi, Mando Mote menilai belum layak berterimakasih kepada pihak terkait.

“Saya sudah dua hari di Jayapura. Saya kawal prosesnya sampai ke Jayapura. Saya akan tunggu hingga dua pekan ke depan. Kalau prosesnya tidak jelas, saya akan serahkan ke forum kami, karena saya ini ASN. Mereka akan ambil alih,” ujarnya.

Kapolres Nabire kata dia, juga menyatakan tidak membenarkan perlakuan angotanya. Katanya ia juga sudah menyampaikan ke Kapolres Nabire kalau ia harus hadir ketika oknum polisi yang memukulnya menjalani sidang, karena ingin memastikan pelaku dikenai sanksi.

Wakil Ketua KNPI Deiyai itu menceritakan kronologis pemukulan yang dialaminya. Sebagai salah satu tokoh pemuda Deiyai, ia ketika itu berupaya memfasilitasi agar masyarakat Deiyai yang datang, dapat masuk ke halaman gedung yang dijadikan lokasi debat paslon. Tujuannya supaya mereka mendengar langsung visi misi dan program setiap paslon, sehingga dapat memahami dan memberi penilaian kepada setiap paslon.

“Saya beberapa kali bernegosiasi dengan polisi dan minta membuka pintu masuk ke halaman. Saya menjaminkan diri, kalau masyarakat rusuh saya yang bertanggung jawab,” ucapnya.

“Saya meminta agar polisi mengizinkan masyarakat yang di pinggir jalan masuk ke halaman gedung. Yang penting mereka dapat mendengar jelas visi misi dan program paslon, karena dalam ruangan dibatasi,” katanya lagi.

Namun lanjut Mando Mote, polisi mengatakan, tidak boleh karena itu perintah KPU. Ia kemudian meminta polisi memanggil pihak KPU, namun tidak dilakukan.

Saat jurnalis Jubi, Abeth You diizinkan masuk karena memiliki tanda pengenal, Mote menahan pintu pagar untuk tetap terbuka dan meminta masyarakat masuk ke halaman.

“Tapi saya langsung dipukul. Namun saya sama sekali tidak membalas atau mengeluarkan makian. Setelah kejadian, masyarakat Deiyai mau protes ke Polres tapi saya larang. Saya juga meminta masyarakat tidak membawa masalah ini ke Deiyai. Kini masyarakat menunggu seperti apa hukuman untuk pelaku,” ucapnya.

Selain mengawal proses penanganan kasus yang menimpanya itu di Polda Papua, Mando Mote juga akan menjadi saksi proses hukum kasus kekerasan terhadap wartawan Jubi, Abeth You.

“Saya dan Alfred Pakage (anggota DPRD Deiyai) akan menjadi saksi,” katanya.

Salah satu pemuda dari wilayah Meepago, Benediktus Goo mengatakan, kekerasan yang menimpa Mando Mote dan Abeth You membuat masyarakat di wilayah itu berpendapat, kalau mereka yang punya pengaruh saja dipukul, dibunuh, dikeroyok, diintimidasi, apalagi rakyat Papua biasa yang tak akan ada artinya.

“Karenanya, kami memberikan nilai merah kepada Polres Nabire yang bertugas tidak sesuai tupoksinya,” ucapnya.

Katanya, Kapolda Papua segera menindak oknum pelaku pengeroyokan terhadap Mando Mote dan Abeth You. (*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment