Generasi OAP harus mahir berbahasa inggris

Direktur Papua Language Institute (PLI), Samuel Tabuni - Jubi/Arjuna.
Direktur Papua Language Institute (PLI), Samuel Tabuni – Jubi/Arjuna.

Jayapura, Jubi – Direktur Papua Language Institute (PLI), Samuel Tabuni mengatakan, di era sekarang, sudah saatnya membekali generasi orang asli Papua dengan kemampuan, termasuk kemahiran berbahasa inggris.

Ia mengatakan, untuk itulah yayasan PLI yang dipimpinnya hadir setahun lalu dengan visi misi menyiapkan OAP agar bisa bersaing dengan mereka dari luar Papua, termasuk negara lain sesuai tuntutan zaman kini.

Menurutnya, seiring perkembangan zaman, akan menjadi masalah besar ke depan, jika generasi Papua tidak disiapkan kemampuan berbahasa, karena yang dapat bertahan di era kini dan ke depan, adalah mereka yang dapat berbahasa inggris dan memiliki skil (kemampuan) itu.

“Kami berharap semua orang asli Papua dapat berbahasa inggris, karena bahas inggris adalah bahasa universal. Kalau tak punya skil dan tak bisa bahasa inggris, sulit,” kata Samuel Tabuni, Rabu (9/5/2018).

Katanya, meski PLI baru setahun lalu didirikan, namun pihaknya terus mensosialisasikan agar budaya bahasa inggris tumbuh dalam setiap gerakan pembangunan di Papua. Harapnya, pemerintah dan semua pihak ikut mengkampanyekan pentingnya bahasa inggris.

PLI yang dikelola secara mandiri ini, kini telah membina hampir 700 anak dari semua jenjang pendidikan. Lantaran dikelola secara mandiri, anak didik yang berasal dari keluarga mampu dikenakan biaya senilai Rp1,9 juta untuk lima level pendidikan bahasa inggris. Namun mereka yang berasal dari keluarga tak mampu, digratiskan.

Pengurus yayasan menurut Tabuni, mengupayakan beasiswa agar dapat mengirim minimal 400 anak asli Papua ke beberapa negara yang sistem pendidikannya dianggap baik, agar kelak dapat kembali membangun Papua.

“Kebetulan sekarang saya dikontrak Bappenas untuk mengawal Inpres No 9 Tahun 2017. Saya coba melalui kebijakan pusat yang dapat diterjemahkan di Papua,” ucapnya.

Selain memperjuangkan melalui Inpres kata Tabuni, ia juga berupaya melalui beasiswa LPDP yang merupakan beasiswa konsorsium dari tujuh kementerian lembaga yang dikelola Kementerian Keuangan.

“Kami ingin, yang dikirim anak-anak yang sudah selesai S1. Yang sudah siap,” ujarnya.

Pembina PLI, Yorrys Raweyai mengatakan, tiga tahun lalu ia bersama beberapa generasi muda Papua merancang berdirinya PLI yang difokuskan pada membangun Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya anak asli Papua.

“Kami mencoba melakukan terobosan menyiapkan generasi Papua lebih baik ke depan,” kata Raweyai belum lama ini. (*)

Comments

comments

Add Comment