Dewan adat diingatkan kembali ke tupoksinya

Category: MADAT 4 0
Pertemuan Komisi I DPR Papua dengan tokoh adat wilayah Mamta-Tabi – Jubi/Arjuna.
Pertemuan Komisi I DPR Papua dengan tokoh adat wilayah Mamta-Tabi – Jubi/Arjuna.

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang politik, pemerintahan, adat, hukum dan HAM, Tan Wie Long mengatakan, perlu menghidupkan kembali pemerintahan adat di kampung-kampung, seperti yang kini dilakukan Pemkab Jayapura.

Ia mengatakan, selama itu baik untuk keberadaan masyarakat adat Papua, kenapa tidak dilakukan di semua kabupaten (kota) se-Papua. Komisi I DPR Papua juga berupaya mendorong hal ini.

“Tapi kami butuh berbagai masukan agar kami dorong ini ke pemerintah provinsi, karena selama ini hak ondoafi (kepala suku) terabaikan,” kata Tan saat memimpin komisinya bertemu tokoh adat Papua wilayah Mamta-Tabi, Kamis (3/5/2018).

Menurutnya, selama ini salah satu yang sering menjadi masalah di Papua adalah tanah ulayat. Untuk itu, perlu ada aturan hukum yang didorong pihak adat bersama pemerintah provinsi, agar ke depan jika investor akan berinvestasi, harus bertemu dengan pihak adat. Masyarakat adat dan hak-haknya harus diproteksi.

“Tak hanya investasi, juga mengenai tapal batas. Ini perlu. Jadi kini bagaimana mengembalikan peran pemerintahan adat,” ucapnya.

Ia mengingatkan pemerintah provinsi dan kabupaten (kota), tak mengabaikan peran adat. Pemerintah harus memberikan perhatian kepada lembaga adat.

Ketua Dewan Adat wilayah Mamta-Tabi, Zadrak Taime menyatakan mendukung upaya Komisi I DPR Papua mendorong proteksi masyarakat adat.

Katanya, selain proteksi terhadap masyarakat adat, juga perlu ada pemetaan wilayah adat dan pendataan orang asli Papua di seluruh Papua.

“Apa yang dipikirkan Komisi I DPR Papua sejalan dengan kami. Kami ingin menjadi tuan di negeri sendiri. Syukur DPR Papua dan MRP sudah memikirkannya. Ini agar masyarakat adat tidak menjadi penonton tapi pelaku pembangunan. Mereka yang punya tanah, hutan, air dan lainnya,” ucap Taime. (*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment