Korban sipil mulai berjatuhan, gereja minta TNI dan TPN-PB tak berperang di wilayah pemukiman warga

Ilustrasi - tempo.co
Ilustrasi – tempo.co

Jayapura, Jubi – Kordinator Keadilan dan Perdamaian wilayah Puncak Selatan Gereja KIGMI , Pdt Deserius Adii S.Th mengatakan satu warga jemaat Sinai Opitawak, Kampung Banti, Distrik Tembagapura tewas tertembak dan tiga lainnya luka-luka.

“Timotius Omabak tewas dan tiga jemaat luka-luka. Kejadiannya sekitar jam 8 pagi tadi,” ungkap Adii lewat sambungan telepon dari Timika, Rabu (4/4/2018)

Kata dia, peristiwa itu menimpa korban saat pasukan gabungan TNI-POLRI melakukan  penyisiran mengejar anggota TNP-OPM yang kontak senjata di kampung Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Rabu, 4/4/2018.

Ia melanjutkan, ketika terjadi penyisiran, warga jemaat Sinai Opitawak berkumpul di halaman Gereja. Warga mengibarkan bendera merah putih dan angkat tangan tangan tanda tidak terlibat namun pasukan yang datang bertindak brutal.

“Mereka angkat tangan tapi pasukan TNI-POLRI langsung siksa dan Timotius yang jadi sasaran tembak,”ungkapnya.

Kata dia, Jenazah korban tewas yang juga ASN distrik Tembagapura ini  dimakamkan pukul 12 siang. Warga jemaat yang lain sudah mengungsi ke hutan-hutan karena pasukan TNI-POLRI kuasa wilayah itu.

Atas peristiwa itu, Adi mendesak aparat keamanan Indonesia dengan  pasukan  pembebasan Papua mencari wilayah perang.  Jangan jadikan pemukiman warga, wilayah gereja Jemaat Sinai, Jemaat Imanuel Banti I, Jemaat Patmos Banti II untuk perang.

“Kita harap tidak masuk ke wilayah warga sipil, jemaat kami. Warga sipil tidak boleh jadi kambing hitam aparat,”tegasnya.

Namun pihak TNI menyebutkan Omabak sebagai anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata  (KKSB). Dikutip Kantor Berita Antara, TNI memperkirakan jumlah korban tewas dari kelompok KKSB sekitar tiga orang. Dua orang meninggal saat kontak tembak pada Minggu (1/4) petang dan seorang lagi yang meninggal saat kontak tembak yang terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 10.15 WIT di wilayah sekitar Kampung Opitawak. Korban terakhir ini disebutkan bernama Timotius Omabak.

“Saat kontak tembak pertama, kami mengetahui ada korban dari pihak KKSB dari gambar drone. Kalau tadi pagi, memang kami menemukan jenazah anggota KKSB atas nama Timotius Omabak di lokasi kejadian,” JELAS Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi di Timika.

Kolonel Aidi juga membantah informasi soal adanya prajurit TNI yang terluka akibat terkena tembakan peluru anggota KKSB.

“Kami memastikan tidak ada prajurit kami yang terluka akibat terkena peluru yang ditembakkan KKSB. Memang ada yang terluka, tapi karena terpeleset ke jurang saat pergerakan pasukan ke lokasi operasi,” jelasnya.

Comments

comments

Add Comment