Ekosistem alam teluk Youtefa mulai terancam

Category: Alam Bicara 4 0
Sampah di hutan mangrove teluk Youtefa, Jubi/Dok
Sampah di hutan mangrove teluk Youtefa, Jubi/Dok

Jayapura, Jubi– Ekosistem alam teluk Youtefa, di Kota Jayapura dinilai mulai terancam akibat aktivitas perusakan alam di daerah hulu. Ancaman kerusakan yang paling menonjol berupa banjir lumpur akibat pembangunan di Kota Jayapura seperti Abepura, Kotaraja, dan Entrop sendiri.

“Karena kurang Amdal (analisi mengenai dampak lingkungan) yang di lakukan oleh pihak terkait terhadap pembangunan mengakibatkan banjir dan lumpur semua bermuara ke teluk Youtefa,” kata Kepala kampung Engross, distrik Entrop, Kota Jayapura, Orgenes Meraudje, Senin (23/4/2018).

Ia menjelaskan keberadaan ekosistem ikan di teluk Youtefa saat ini mulai  berkurang, dampaknya ikan paus yang biasa muncul di teluk tersebut untuk mencari makan jarang datang.

“Karena jika di masuk langsung balik maka ikan-ikan yang ikut masuk akan keluar mengikuti, padahal seharusnya paus akan berputar selama beberapa hari di teluk ini agar ikan tidak ikut keluar lagi,” kata Orgenes Meraudje, menambahkan.

Ancaman eksosistem teluk Youtefa juga menimbulkan dampak para nelayan setempat yang mulai kehilangan ikan yang selama ini menjadi  nelayan sebagai pekerjaan memenuhi kebutuhan hidup. Padahal teluk Youtefa menjadi tempat sirkulasi rantai ekosistem alam dan manusia sekitar.

Tercatat saat ini sejumlah jenis ikan seperti lamon sebagai salah satu ikan endemik di teluk Youtefa sudah mulai langka, padahal dulu sangat banyak sekali didapatkan oleh masyarakat setempat. Selain itu kondisi terumbu karang sebagai tempat bertelurnya ikan sudah dipenuhi lumpur,

Menurut Meraudje, selain ancaman lumpur dan hilangnya sejumlah ekosistem ikan, nelayan setempat juga mengeluh banyaknya sampah yang semakin banyak. Sampah itu masuk hingga areal hutan mangrove di sekitar  teluk Youtefa.

Ketua forum peduli Portnumbay Green, Fredy Wanda, menjelaskan ancaman kerusakan ekosistem teluk Yutefa akibat aktivitas tahunan di area gunung Kotaraja, Abeepura, dan sekitarnya yang terus meningkat..

“Aktivitas setiap tahun berupa pembangunan menjadi pemicu kerusakan di muara,” kata Wanda.

Hal itu mejadi semakin parah saat hujan deras dan banjir yang membawa material lumpur menuju ke muara teluk Youtefa. “Teluk menjadi penuh lumpur dan sampah yang dihasilkan warga Kota Jayapura,” kata Wanda menjelaskan.

Ia mengajak masyarakat Kota Jayapura mengurangi sampah dan aktivitas yang menghasilkan lumpur. Sikap itu dinilai lebih baik untuk menanamkan peduli lingkungan sebelum membuka atau mau membangun gedung baru. “Jika semua itu berjalan dengan baik pasti kita bisa selamatkan teluk Youtefa dari ancaman,” katanya. (*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment