AMP di Jawa mengutuk kekerasan aparat di Papua

Category: Terorisme 3 0
Mahasiswa Papua yang study di Semarang, Salatiga, dan Solo saat berdemontrasi - Jubi/AMP Semarang
Mahasiswa Papua yang study di Semarang, Salatiga, dan Solo saat berdemontrasi – Jubi/AMP Semarang

Jayapura Jubi – Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)  di Jawa mengutuk kekerasan yang dilakukan aparat di area PT Freeport. Kali ini protes dilakukan AMP di kota setudy Semarang, Salatiga dan Solo Jawa Tengah, melibatkan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP).

“Kami mengutuk tindakan aparat terhadap masyarakat sipil di area Tambang PT Freeport Indonesia,” kata Koordinator lapangan  aksi, Sagintak Wasisange,  dalam siaran persnya, (Sabtu 7/4/2018)

Wasisange menyayangkan beberapa hari lalu terjadi penyerangan terhadap TPNPB, namun masyarakat sipil yang menjadi korban. Selain itu ia mengutuk penandatanganan kontrak karya PT Freeport Indonesia secara sepihak antara pemerintah Indonesia dan Freeport mcroman  pada tahun 196. “Itu yang mengorbankan hak politik dan masa depan bangsa Papua,” kata Wasisange, menegaskan.

AMP mendesak pemerintah Indonesia dan dunia internasional memberikan hak kebebasan kepada rakyat bangsa Papua agar menentukan nasib sendiri. Langkah itu sebagai solusi demokratis sesuai prinsip-prinsip hukum internasional.

Aksi berdemontrasi mahasiswa Papua di Kampus Undip Pleburan Semarang, medapat tandingan yang juga menyampaikan orasi dan lagu-lagu Indonesia. Namun kepolisian lebih dulu berjaga sehingga tak terjadi bentrok . (*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment