Aktivis Papua ditangkap saat delegasi kepulauan Solomon datang

Satuan Polisi Pamong Praja menghadang demontrasi aktivis di kantor gubernur Papua. Dan delegasi melangsungkan pertemuan dengan pejabat Gubernur Papua. (Jubi/Ist)
Satuan Polisi Pamong Praja menghadang demontrasi aktivis di kantor gubernur Papua. Dan delegasi melangsungkan pertemuan dengan pejabat Gubernur Papua. (Jubi/Ist)

Jayapura, JubiSejumlah aktivis Papua yang berdemontrasi saat kehadiran delegasi kepulauan Solomon, ditangkap aparat kepolisian Kota Jayapura. Tercatat sembilan aktivis yang ditangkap dan ditahan atas nama Philipus Robaha, Marthen Manggarpro,  Beny Hisage, Arnol Yarinap, Albert Yatipai, Gino Puade, Paulus Kirihio,Teko kogoya dan Chris Dogopia.

“Mereka kami amankan karena tanpa koordinasi sama seperti semua masyarakat  lainnya,” ujar Kapolres kota Jayapura, AKBP Gustav Robby Urbinas, kepada Jubi, Selasa (24/04/2018).

Urbinas menyatakan para aktivis telah dipulangkan usai dimintai konfirmasi atas aksi yang dilakukan. “Sudah dipulangkan, hanya sebentar,” ujar Urbinas, menambahkan .

Sekretaris Dewan Adat Daerah wilayah Lapago, Engelbertus Surabut, mengatakan penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian itu dinilai bukan pendekatan yang baik untuk menyelesaikan masalah Papua yang sedang dibahas di meja Melanesia Sepearhead Group (MSG).

“Pemerintah Indonesia masih menggunakan pendekatan 1960- an terhadap west Papua,” ujar  Surabut.

Seharusnya pemerintah Indonesia sadar posisi rakyat dan pemerintah Kepulauan Salomon yang diundang datang ke Papua. Apa lagi rakyat Salomon bersama pemerintah sudah mendukung penuh rakyat West Papua untuk menentukan nasib sendiri.

“Pemerintah dan rakyat Solomon Islands sudah mengakui ULMWP dan hak penentuan nasib sendiri bagi west Papua,” katanya.

Tercatat delegasi kepulauan Solomon tiba di Kota Jayapura, Selasa (24/04/2018) atas undangan kementerian Politik dan Hukum Republik Indonesia. Informasi yang dihimpun delegasi mendarat di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, sekitar pukul 7:00 waktu Papua.

Mereka dijemput beberapa tokoh  pro Integrasi’, Frans Aberth Yoku menuju ke kantor Gubernur di Kota Jayapura.  (*)

Comments

comments

Add Comment