Menu

Masyarakat diimbau tidak bergantung pada beras

Sekda Provinsi Papua Hery Dosinaen. (Foto: Antaranews Papua/Hendrina Dian Kandipi)
Sekda Provinsi Papua Hery Dosinaen. (Foto: Antaranews Papua/Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (Antaranews Papua) – Pemerintah Provinsi Papua mengimbau masyarakat di wilayahnya untuk tidak bergantung pada komoditas beras namun harus mulai melirik pangan lokal di sekitarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Hery Dosinaen, di Jayapura, mengatakan sepertinya kini ketergantungan terhadap beras sangat tinggi dan menjadi penentu utama dalam kehidupan, sementara tanpa disadari mulai mengabaikan semua potensi-potensi bahan pokok lokal yang ada di Papua.

“Wilayah Papua dengan kondisi geografis yang begitu berat memiliki dua daerah, dengan sumber pangan lokal berbeda, ada sagu di daerah pesisir dan ubi di wilayah pegunungan,” katanya.

Menurut Hery, untuk itu harus ada pemetaan yang jelas dan terperinci pada setiap kabupaten/kota mengenai masalah ketahanan pangan di Papua, sehingga dua daerah ini dapat dikelola secara baik.

“Cukup ironis jika hingga kini masih ada masyarakat Papua mengalami gizi buruk, padahal ketahanan pangan menjadi `leading sector` yang dapat dipercaya,” ujarnya pula.

Dia menjelaskan jika semua yang terkait dengan ketahanan pangan dapat terintegrasi dengan baik, maka kasus gizi buruk ini dapat teratasi.

“Pada wilayah pegunungan Papua banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi, terutama cuaca atau iklim yang akan menyebabkan terjadi kerawanan pangan, misalnya hujan es yang membuat tanaman ubi menjadi mati,” katanya lagi.

Dia menambahkan jika bahan-bahan pokok lokal ini diolah secara baik agar ke depan diharapkan dapat menjadi pengganti beras sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada komoditas tersebut.(*)

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Editor Papua
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Add Comment