Abock Busup: Gusur itu tempat PSK

Category: La Pago 7 0
Bupati Abock Busup saat membuka pertemuan koordinasi antara Pemerintah Yahukimo dengan semua stake holder untuk menangani pengaruh sosial di daerah itu – Jubi/Piter Lokon.
Bupati Abock Busup saat membuka pertemuan koordinasi antara Pemerintah Yahukimo dengan semua stake holder untuk menangani pengaruh sosial di daerah itu – Jubi/Piter Lokon.

Yahukimo, Jubi Bupati Yahukimo Abock Busup perintahkan jajarannya untuk menggusur setiap tempat yang menampung pekerja seks komersial (PSK) di daerah itu, sebagai solusi untuk penyelesaian pengaruh sosial dan penyakit masyarakat yang kerap terjadi.

“Banyak laporan dan keluhan masyarakat dengan pengaruh sosial, jadi kita akan pindahkan atau pulangkan mereka, karena selama ini banyak laporan warga dan Gereja bahwa itu sangat meresahkan,” kata Bupati.

Ia menambahkan akan membentuk Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang akan bersama-sama pemerintah, mengecek langsung tempat yang diduga “warung remang-remang”.

“FKUB itu nanti sama-sama jajaran Pemkab mengecek warung remang-remang yang dijadikan tempat PSK. Sehingga nanti mereka tahu, yang diduga PSK itu agama apa? Agar bisa dilakukan pendekatan keagamaan. Dengan adanya forum tersebut juga bisa dipastikan, kegiatan disana itu berpengaruh sosial tidak. Jika iya, saya minta dihentikan dan dibubarkan,” kata Abock Busup di Dekai, belum lama ini.

Sementara itu Hanis Kambuy Anggota DPRD Yahukimo mengatakan, PSK yang berada di Kali Pontoh saat ini kerap berpindah tempat, sehingga dirinya meminta PSK tersebut segera dipulangkan ke kampung halamannya, agar tidak meresahkan masyarakat. Selain itu, ia juga mengkritisi peran Sat Pol PP yang kurang maksimal dalam menindak PSK tersebut.

“Penyakit itu tidak akan berubah, selalu akan ada terus sehingga kita akan bosan, maka solusinya dipulangkan saja,” kata Hanis.

Dibagian lain, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Yahukimo (PGGY) Atias Matuan mengatakan, persoalan ini harus dibicarakan serius oleh semua pihak, terutama dari pemerintah kabupaten Yahukimo.

“Kita sudah berdoa terus untuk masalah ini, memang harus ada tindakan dari pemerintah. Namun syukur sudah ada tanggapan,” ujarnya.

Kepala Suku Kimyal, Nopius Yalak mengambil tindakan dengan mendatangi langsung tempat-tempat PSK tersebut. Dari data yang dihimpunnya,  terdapat 40 orang PSK yang ada di kota Dekai, dengan lokasi tempat tinggal diantaranya di Jalan Sosial dekat Kali Pontoh, dan Paradiso.

“Selain itu, ada tiga orang bos yang datangkan PSK itu dari Jawa, dan Sulawesi. Satu orang saya sudah ketemu dan ia sudah mengaku, satu orang menyangkal tetapi dari pengakuan PSK itu, menunjuk bahwa satu orang tersebut adalah mucikari atau bosnya. Dan ada juga bos lain di luar kota Dekai.” katanya kepada Jubi di Dekai, Sabtu (3/3/2018). (*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment