Masyarakat adat minta pemerintah bangun jembatan di danau Sentani

Category: MADAT 65 0
Ilustrasi, jalan tol laut Mandara di selat Benoa Bali - Jubi/Engel Wally
Ilustrasi, jalan tol laut Mandara di selat Benoa Bali – Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi  – Menyongsong pelaksanaan PON XX tahun 2020 di provinsi Papua dan untuk memudahkan masyarakat di sekitar danau mengakses transportasi darat, masyarakat adat Sentani minta Pemerintah provinsi Papua membangun jembatan penyeberangan yang menghubungkan kampung-kampung di tengah danau Sentani dengan daratan besar.

“Atas nama masyarakat adat yang mendiami pesisir danau Sentani, kami minta kepada Gubernur Papua membangun jembatan penyeberangan dari kampung-kampung di bagian tengah danau Sentani menuju ke arah timur, termasuk jalan darat. Sehingga akses perjalanan yang nantinya digunakan masyarakat akan lebih efektif,” ujar Ondoafi kampung Ifar Besar, Franz Alberth Joku, di Sentani, Senin (05/02/2018).

Menurutnya, gugusan pulau-pulau di danau Sentani bagian tengah akan lebih mudah diakses jika dibangun jembatan yang menghubungkan satu pulau dengan pulau lain, yang berujung di bagian selatan danau Sentani. Sementara jalan raya akan menjadi akses penting untuk menuju kabupaten Keerom serta daerah-daerah lain di distik Ebungfauw.

“Selain untuk kepentingan PON XX, fasilitas ini nantinya tinggal dan digunakan sebagai sarana pariwisata bagi setiap orang yang mengunjungi danau Sentani. Oleh sebab itu, hal ini pengingat bagi kami menyampaikan kepada Gubernur untuk dipertimbangkan serta dimasukkan dalam program kerja pemerintah provinsi Papua,” katanya.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengatakan untuk proses pembangunan fasilitas penunjang pelaksanaan PON XX tentu dari Pemerintah Pusat yang akan menyediakannya. Usulan yang disampaikan ini tentu akan didorong juga kepada Pemerintah Pusat untuk mendapat kepastian.

“Yang penting tidak bikin kotor air di danau Sentani. Sebab air danau ini juga masih digunakan oleh masyarakat pesisir. Danau yang indah ini jangan kita kotori dengan sampah, baik dari masyarakat yang tinggal di sekitar danau maupun mereka yang datang berkunjung,” kata Gubernur Lukas.

Ditambahkan, danau Sentani juga akan dijadikan tempat mempertandingkan beberapa cabang olahraga air, seperti dayung, renang, dan ski. Menjaga kebersihan dan keindahan danau sangat penting.

“Oleh sebab itu saya mengimbau kepada semua ondoafi di danau Sentani dari timur agar memberitahukan masyarakat di masing-masing kampung untuk menjaga dan melestarikan potensi danau yang kita miliki saat ini,” ungkap Gubernur Papua. (*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment