Konfrensi masyarakat adat Momuna bahas hal penting keorganisasian

Category: La Pago, MADAT 8 0
Konfrensi Adat Momuna di Dekai - Jubi/Piter Lokon
Konfrensi Adat Momuna di Dekai – Jubi/Piter Lokon

Yahukimo, Jubi – Konfrensi Dewan Masyarakat Adat Momuna (DMAM) ke III (tiga) dibuka secara resmi oleh Ketua II (dua) Dewan Adat Papua, Sayid Fadhal Alhamid di aula pendidikan Dekai, Provinsi Papua, Kamis (08/02/2018).

Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis hingga Sabtu 10 Februari 2018 ini, membahas sejumlah isu penting dan krusial terkait kondisi kekinian masyarakat adat Momuna.

“Saya berharap dengan adanya pembukaan Konfrensi Dewan Masyarakat Adat Momuna, tetap optimis dan semangat. Apalagi di konfrensi ini akan membahas beberapa hal penting terkait dengan masyarakat adat. Ketidak hadiran Pemerintah Daerah Yahukimo jangan mengurangi semangat,” harap Ketua Dua sesaat setelah membuka Konfrensi Momuna Ke-III.

Lanjutnya, dalam konfrensi tersebut, akan dibahas beberapa agenda yakni materi pengantar dan penjelasan terkait tujuan konfrensi Momuna, membahas program kepengurusan periode 2014-2018 yang telah dilaksanakan dan tidak dilaksanakan terkait hak-hak Masyarakat Adat Momuna, dan sejumlah agenda lainnya.

“Dalam konfrensi Dewan Adat Momuna (DMAM) nanti kita akan putuskan Pokok-pokok program selama 4 tahun dari tahun 2018-2022, dan dalam konfrensi tersebut dari sejumlah kepala suku akan berkumpul dalam forum komite suku untuk memutuskan siapa yang akan menjadi ketua,” terangnya.

Kepala suku besar dan juga Ketua Dewan Adat Momuna periode 2014-2017, Ismael Keikera mengatakan, konfrensi tersebut dihadiri oleh 205 orang dari suku-suku Momuna di 5 Distrik, yakni utusan dari distrik Seradala, Sumo, Obio, Suru-suru dan distrik Dekai yang menjadi tuan rumah tempat dilaksanakannya konfrensi DMAM .

“Dalam konfrensi ini kami telah melakukan pembatasan jumlah peserta dari tempat yang jauh jangkauan wilayahnya,” kata Ismail Keikera kepada jubi pada Kamis (08/02/2018) di Dekai.

Ismail mengatakan,  dirinya telah siap melaporkan apa yang menjadi pekerjaannya selama memimpin satu periode kepengurusan, dan juga siap jika terpilih kembali.

“Saya sudah siap melaporkan apa yang sudah saya capai selama menjabat di DMAM dari November 2014 hingga November 2017, dan saya juga bersedia jika dipercayakan untuk melanjutkan untuk memimpin Masyarakat Adat Momuna, serta bersedia untuk membenahi apa yang tidak tercapai,” tutupnya.(*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment