Ini rancangan Perdasus pedagang asli Papua

Category: Papua News 6 0
Mama-mama pasar sedang berdiskusi dengan mama-mama Papua di pasar sementara - (Jubi/ Hengky Yeimo)
Mama-mama pasar sedang berdiskusi dengan mama-mama Papua di pasar sementara – (Jubi/ Hengky Yeimo)

Jayapura, Jubi – Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) mengajukan rancangan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang mengatur pedagang asli Papua ke dewan perwakilan rakyat setempat. Rancangan perdasus itu bagian dari perjuangan rakyat Papua di sektor ekonomi mikro.

“Agar proteksi terhadap pedang asli Papua berjalan baik maka harus ada regulasi khusus memproteksi,” kata Sekertaris Solidaritas Pedagang Asli Papua, Natan Naftali Tebay, kepada Jubi, Kamis, (1/2/2018).

Natan mengatakan pedagang asli Papua tidak butuh pelatihan, penyadaran, dan kegiatan lain-lain. Mereka hanya membutuhkan Regulasi Perdasus agar tak tersingkir dari sistem perdagangan dan penguasaan modal yang bebas di Papua.

Perdasus rencananya dirancang dan disamakan dengan konsep DPRP, salah satu isinya pedagang asli Papua mendapat modal untuk mengembangkan usaha.”Modal usaha itu penting untuk pengembangan. Misalnya awalnya mama-mama menjual singkong bisa dikembangkan berupa keripik yang bisa dipasarkanke  toko modern langsung,” kata Natan menjelaskan.

Regulasi itu berkaitan dengan kehidupan langsung dengan mama-mama pedangan Papua sendiri. Solpap akan mebuat naskah akademik dan ditawarkan kepada DPR.

Anggota DPR Papua, John NR Gobai, mengakui lembagnya saat ini terkendala hibah Kementerian BUMN kepada Pemkot Jayapura, untuk menggunakan Pasar Mama-mama. “Kendalanya pada hibah dari Kementerian BUMN kepada Pemkot Jayapura,” kata Gobai.

Ia ingin keterlibatan semua pihak  membantu agar pasar baru dibuka sehingga mama-mama pedangang  bisa berjualan di tempat. John Gobai juga meminta agar Kementrian BUMN segera mengeluarkan surat hibah bangunan Pasar Mama Papua, yang telah selesai dibangun.

“Jadi setelah ada hibah maka Pemprov Papua segera meresmikan Pasar tersebut,” ujar Gobai menjelaskan. (*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment