Pemprov Papua studi banding penegakan perda miras di Merauke

Pelaku yang menjual miras sedang disidangkan di PN Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Pelaku yang menjual miras sedang disidangkan di PN Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Dua orang penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua melakukan studi banding secara khusus penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2014 tentang pemberantasan minuman keras (Miras).

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Merauke, Dicky Awerem, saat ditemui Jubi di ruang kerjanya, Jumat (19/1/2018), menjelaskan oleh karena penegakan Perda di Merauke dinilai sangat baik, pada 2017 lalu, dua orang PPNS dari Satpol PP Papua melakukan studi banding di Marauke selama dua hari.

Kehadiran mereka, lanjut dia, mengikuti proses pemeriksaan terhadap para pelaku, baik yang memproduksi dan menjual minuman lokal (milo), maupun minuman berlabel sampai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) setempat.

“Kedua penyidik tersebut sangat serius mengikuti beberapa tahapan berkaitan dengan penegakan perda miras hingga pengadilan,” ujarnya.

Dari hasil studi banding itu, katanya, akan ditindalnajuti di provinsi dengan menegakan aturan sebagaimana dijalankan penyidik Satpol PP Kabupaten Merauke.

“Intinya, mereka sangat kagum dan bangga, apalagi sekretariat PPNS yang terbentuk pertama di Provinsi Papua adalah Kabupaten Merauke,” katanya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Merauke, Elyas Refra, menegaskan pihaknya tidak main-main dalam melakukan penegakan terhadap perda miras dan lain-lain. Siapapun yang melakukan pelanggaran, diproses hingga pengadilan.

“Kita sudah memproses banyak orang yang memproduksi milo mupun yang menjual minuman berlabel hingga pengadilan. Hukumannya adalah membayar denda dan atau hukuman kurungan minimal dua bulan,” tegasnya. (*)

Comments

comments

Add Comment