Legislator Papua: Merauke lumbung pangan, Asmat gizi buruk

John NR Gobai ketika menyerahkan konsep penanganan masalah Asmat dan ketahanan pangan dan gizi di Papua kepada Elia Loupatty – Jubi/Dok. John Gobai

John NR Gobai ketika menyerahkan konsep penanganan masalah Asmat dan ketahanan pangan dan gizi di Papua kepada Elia Loupatty – Jubi/Dok. John Gobai

Jayapura, Jubi – Anggota Fraksi Gerindra DPR Papua, John Nasion Robby Gobai mengatakan, gizi buruk di Kabupaten Asmat, berbanding terbalik dengan Merauke, kabupaten yang ditetapkan sebagai sentra lumbung pangan nasional oleh pemerintah pusat.

“Ini kan aneh, Jakarta bikin lumbung beras atau lumbung pangan di Merauke, tapi tetangganya Kabupaten Asmat kekurangan pangan,” kata Gobai kepada Jubi, Senin (29/01/2018).

Menurutnya, 16 September 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke menyumbangkan satu ton beras untuk, Papua Nugini ketika negara tetangga itu memperingati HUT kemerdekaan ke-42. Namun saat itu ternyata masyarakat Asmat sudah mengalami gizi buruk dan campak.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Pemkab Asmat dan berbagai pihak menyatakan, gizi buruk dan wabah campak di wilayah itu terjadi sejak September 2017.

“Kami sudah bertemu Asisten II Setda Provinsi Papua, Elia Loupatty, Senin (29/01/2018). Beliau adalah ketua tim kewaspadaan pangan dan gizi. Kami membahas penanganan Asmat, juga ketersediaan gizi dan pangan di Papua ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa poin masuk yang disampaikan pihaknya kepada Elia Loupatty dalam menangani masalah Asmat di antaranya, perlu melibatkan berbagai pihak antara lain Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Dinas Perhubungan, BPS, Infokom, hingga Pertamina.

“Ke depan harus ada program inovasi teknologi pertanian hidrolik, misalnya masyarakat diajarkan menanam sayur saat air pasang. Penguatan terhadap kader kesehatan kampung dan bidan desa, serta suster dari gereja Katolik, sebagai satgas kaki telanjang atau terapung di Asmat,” katanya.

Selain itu lanjut Gobai, pemerintah pusat provinsi harus membantu pembangunan rumah sakit umum daerah tipe C di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat. Pun menambah tenaga dokter atau merekrut dokter kontrak dengan perjanjian yang tegas, agar mereka dapat mengabdi lama di Asmat.

“Asisten II merespons baik masukan kami, dan menyatakan segera menginisiasi pertemuan lintas sektor, membahas pembentukan satgas kerawanan pangan, dengan melibatkan para bupati di Papua,” ucapnya.

Sekretaris Komisi V DPR Papua bidang kesehatan, Natan Pahabol mengatakan hal yang sama. Menurutnya, berbagai pihak harus turun tangan menyelesaikan masalah kesehatan di Asmat.

“Kalau sudah seperti ini, tidak perlu lagi saling menyalahkan. Segera tangani. Apa pun caranya, masyarakat harus ditolong,” kata Natan. (*)

Comments

comments

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment