Pengganti Manasseh Sogavare tetap dukung West Papua

PM Hou dan Octovanius Mote, mantan Sekretaris Jenderal yang saat ini menjadi Wakil Ketua ULMWP - IST
PM Hou dan Octovanius Mote, mantan Sekretaris Jenderal yang saat ini menjadi Wakil Ketua ULMWP – IST

Honiara, Jubi – Perdana Menteri (PM) Hon. Rick Hounipwela menegaskan bahwa dirinya akan terus mendukung (isu-isu terkait) persoalan rakyat West Papua.

Dirinya merespon ajakan mantan Sekretaris Jenderal United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Octovanius Mote dalam kunjungan persahabatannya ke kantor Perdana Menteri Kepulauan Solomon yang baru, Rabu (22/11) minggu lalu.

Dalam pembicaraannya dengan Perdana Menteri, Mote memberi selamat kepada Hon. Hounipwela atas posisi barunya itu serta mengatasi perbedaan politik yang terjadi baru-baru ini sekaligus mempertahankan stabilitas di dalam negeri.

Hounipwela naik ke posisi Perdana Menteri setelah menggulingkan Perdana Menteri Manasseh Sogavare beberapa pekan lalu. Kini Hounipwela kembali mengangkat mantan PM itu menjabat Wakil Perdana Menteri dan juga akan menduduki jabatan Menteri Keuangan dan Pembedaharaan Kepulauan Solomon.

Sogavare, yang dikenal atas advokasinya terhadap persoalan politik West Papua, mengatakan di parlemen sebelum pemungutan suara mosi tidak percaya diadakan bahwa dia dikeluarkan karena menentang korupsi.

Houenipwela mengatakan bahwa prioritasnya sebagai Perdana Menteri adalah untuk menjaga stabilitas
politik, memperbaiki situasi fiskal negara tersebut dan memberantas korupsi.

Di dalam pertemuan itu Mote menyampaikan rasa syukur mendalam atas dukungan Kepulauan Solomon kepada rakyat West Papua.

Lebih lanjut ia menegaskan, seperti dilansir dari pernyataan pers Kantor Perdana Menteri, “Kami sangat berharap pemerintahan anda (Kepulauan Solomon) akan terus mendukung kami karena saat ini telah menjadi momentum paling bersejarah oleh karena dukungan Pemerintahan Kepulauan Solomon terhadap isu-isu West Papua.”

Mote juga menambahkan tanpa dukungan dari negeri-negeri seperti Solomon dapat diprediksi bahwa pada tahun 2020, sesuai laporan-laporan akademik, hanya akan tersisa kurang dari 23 persen rakyat West Papua di tanah mereka sendiri diakibatkan oleh migrasi oleh Indonesia ke West Papua.

Sebagai respon, PM Hon. Hounipwela berterima kasih kepada Sekjend ULMWP dan menegaskan, ‘Kepulauan Solomon telah menjadi pendukung setia persoalan-persoalan rakyat West Papua.”

“Saya percaya kita memiliki sejumlah kesempatan untuk melakukan tekanan melalui apa yang sudah kita kerjakan, namun juga banyak rintangan yang harus kita atasi, walau demikian kita akan terus berharap yang terbaik,” kata Hon. Hounipwela.

“Kami akan terus memainkan peran kami sebanyak yang kami bisa,” tegas perdana menteri.

Bertemu Vatikan

Mantan Sekretaris Jenderal yang kini menjabat Wakil Ketua ULMWP itu di kesempatan yang sama juga menyinggung pertemuan baru-baru ini antara Paus dan para pemimpin Pasifik dimana Perdana Menteri Vanuatu, Hon Charlot Salwai mewakili Melanesia dan Sekretaris Negara Vatikan dalam pembicaraan menyangkut pertemuan Majelis Umum PBB tahun depan.

Mote mengatakan salah satu hasil pertemuan itu adalah Vatikan menyarankan kepada Perdana Menteri Vanuatu agar, baik Vanuatu maupun Kepulauan Solomon membuka hubungan diplomatik dengan Vatikan. Juga ditambahkan agar Kepulauan Solomon memperluas mandat kepada Duta Besarnya di Brussel hingga termasuk Vatikan.

Hal itu untuk mendorong perdana menteri kedua negeri dapat berkomunikasi langsung ke Vatikan untuk menambah dukungan bagi resolusi PBB tahun depan.(*)

Comments

comments

Add Comment