Festival Senja resmi ditutup, 2018 Kaimana tertibkan kunjungan wisata

KAIMANA, Cahayapapua.com— Festival Senja Kaimana Tahun 2017 yang diselenggarakan sejak 29 November 2017 resmi ditutup, Sabtu (2/12/2017) malam. Kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata RI dan diisi sejumlah lomba dan atraksi budaya suku-suku asli dan suku nusantara di Kaimana ini, ditutup Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa.

Wabup dalam sambutannya mengatakan, festival senja ini telah beberapa kali digelar. Kegiatan ini merupakan sebuah refleksi atau suatu gerakan dari dalam diri kita untuk bagaimana mengangkat nilai-nilai budaya dan melestarikannya demi mendorong percepatan pembangunan di kabupaten yang kita cintai ini.

Dikatakan, festival senja juga merupakan salah satu cara yang dilakukan Pemerintah Daerah untuk mempromosikan budaya dan pariwisata di Kabupaten Kaimana. Pengembangan pariwisata yang dilakukan secara baik akan akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan sektor-sektor lain, yang bermuara pada upaya mensejahterakan masyarakat.

Wabup akui, selama ini pengelolaan pariwisata di Kabupaten Kaimana belum dilakukan secara baik. Kunjungan warga ke setiap obyek wisata masih berlangsung gratis. Hal ini berpengaruh terhadap nihilnya sumbangan sektor pariwisata untuk kemajuan daerah, maupun juga untuk kesejahteraan masyarakat. Olehnya kedepan ini, Pemerintah Daerah akan memaksimalkan pengelolaan pariwisata, dengan memberlakukan biaya retribusi pada setiap spot wisata.

“Hari ini kita belum masuk pada penertiba. Kunjungan ke setiap spot wisata selama ini masih bersifar free. Besok di tahun 2018, kita memulai berbicara tentang pengembangan pariwisata bukan lagi dalam totaran retorika, tetapi sudah melaksanakan secara baik. Kita inginkan setiap objek wisata mendatangkan manfaat bagi peningkatan pendapatan masyarakat, daerah maupun negara,”

ujar Wabup.

Lebih jauh Wabup mengatakan, Kabupaten Kaimana memiliki banyak potensi pariwisata, yang tersebar di seluruh wilayah distrik. “Potensi pariwisata kita cukup banyak, mulai dari Teluk Etna dengan beberapa spot wisata yang belum diangkat, pasir pink di Aiduma, situs sejarah burung garuda di Lobo, teluk triton, air terjun kiti-kiti dan karawawi dan lainnya sampai pulau Venu. Ini perlu mendapat perhatian kita semua,” ungkapnya lagi.

Lebih jauh dihadapan ratusan pengunjung, Wabup juga mengatakan, tidak lama lagi, dengan predikat Kaimana sebagai kota senja, akan ada film 1001 senja. Pembuatan film ini lanjut Wabup, tidak hanya melibatkan artis nasional, tetapi juga pemain lokal untuk mendukung cerita tentang 1001 senja.

“Oleh karnanya adik-adik harus siap diri karna besok kami akan seleksi siapa yang pantas untuk bergabung dalam permainan film ini. Ini semua dalam rangka bagaimana mempromosikan Kaimana terutama spot-spot pariwisatanya. Predikat kita adalah kota senja maka ketika Bangka Belitung bisa menghasilkan film Laskar Pelangi, Kaimana juga harus bisa menghadirkan film seribu satu senja,” pungkasnya. (isa)

Comments

comments

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment