Aktivis Mahasiswa Papua di Jawa diitangkap Polisi

Anggota KNPB wilayah Nabire - Jubi/Mikael Kudiai
Anggota KNPB wilayah Nabire – Jubi/Mikael Kudiai

Salatiga, Jubi– Para aktivis Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Kota Salatiga, Jawa Tengah, ditangkap polisi, tepat dini hari saat peringatan perayaan 1 Desember.

“Awalnya kami merayakan pada malam 30 November 2017 Jam 12.00 yang juga malam memasuki 1 Desember 2017,” kata Pimpinan Aliansi Mahasiswa Papua,  KK Semarang, Salatiga, Jackson Gwijangge, dalam siaran persnya, Sabtu 2/12/2017)

Ia menjelaskan penangkapan terjadi  saat itu aktivis AMP sektor Salatiga Memakai Pakaian Adat serta Hias Bintang Kejora dimuka dan Pemotongan Kue Ulang Tahun Kemerdekaan West Papua dikontrakan Puncak Salatiga.  “Kegiatan itu direkam dan diunggah dengan video foto  yang diunggah ke media sosial,” kata  Jackson menambahkan.

Sedangkan paginya, 1 Desember 2017 pukul 02.00 WIB mereka menggelar ibadah bersama merayakan hari keluarnya manifesto politik rakyat Papua. Selama ibadah Aparat TNI dan Polri mengepung  kontrakan dan mengintimidasi mahasiswa yang sedang ibadah.

Saat itu petugas kepolisian  menanyakan Yance Murib, namun tak dijawab oleh mahasiswa yang sedang ibadah. Selain itu polisi juga minta keterangan menjelaskan foto dan video yang hias Bintang Kejora.

“Yang akahirnya polisi  membawa kami ke kantor untuk diinterogasi,” kata Jackson menjelaskan.

Tercatat  polisi menginterogasi Tommy Meage,  Magel Kobal dan Yance Murib karena mereka negosiastor  mahaisiswa Papua. Namun keberadaan mereka belum kembali sejak  pukul 17.00 WIB petang hari.

“Kami massa berjumlah 30 orang di halaman Polres dan 3 orang negosiator  masih diinterogasi diruangan  terkait foto, clip video yang berhias motif Bintang Kejora yang diupdate melalui media sosial itu,” katanya. (*)

Comments

comments

Add Comment