Menu

10 Daerah Ini Dulu Pernah Mencoba Memisahkan Diri dari NKRI

Original 6 Des. 2017, Bocah Ndeso

Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang begitu luas dari sabang hingga merauke. Hal tersebut menjadi kebanggan tersendiri karena memiliki keragaman budaya yang beragam. Namun hal itu juga bisa menjadi ancaman apabila pemerintah pusat tak bisa berlaku adil kepada tiap-tiap wilayahnya. Dan diketahui bahwa dari sejak negara ini berdiri sudah banyak pemerintah daerah yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan ingin memiliki kedaulatan sendiri.

Berikut adalah beberapa wilayah di Indonesia yang berusaha pisah dari Indonesia dan ingin merdeka sebagai negara sendiri, seperti yang telah dilansir dari boombastis.com (05/01/2016).

1. Yogyakarta

nasional.tempo.co/read/392631/niat-keraton-yogyakarta-pisah-dari-nkri-mustahil

Pada tahun 2012 lalu, ketidakjelasan rancangan undang-undang daerah keistiweaan Yogyakarta membuat masyarakat semakin kecewa dengan kepemimpinan nasional. Bahkan kondisi terburuk jika pemerintah pusat tak memberikan keistimewaan pada kepemimpinan Yogyakarta, maka tak menutup kemungkinan Yogyakarta akan melepaskan diri dari NKRI. Gusti Pangeran Prabu Haryokusumo yang merupakan adik lain dari gubernur Sultan Hamengkubuwono X mengungkapkan, “Yogyakarta akan tetap bisa bertahan jika harus lepas dengan NKRI meski hanya memiliki sumber daya alam sedikit.”

2. Maluku (RMS)

twitter.com/funkydoris/status/327311515717865473

Pada tahun 1950 telah muncul sebuah gerakan Republik Maluku Selatan (RMS), yang merupakan daerah yang telah diproklamasikan oleh sekelompok mantan prajurit KNIL dan prajurit pro Belanda. Salah satunya adalah Dr. Christian Robert Steven, seorang mantan jaksa agung Negara Indonesia Timur. Pemberontakan RMS ini merupakan suatu gerakan yang tak main-main, sampai mereka telah memiliki lambang, bendera dan lagu kebangsaan sendiri saat itu. RMS juga memiliki situs website resmi, bahkan bendera RMS sampai saat ini masih dikibarkan di beberapa tempat.

3. Riau

umaginews.blogspot.co.id

Pada kurun waktu tahun 50-an saat Riau masih belum berpisah dengan kepulauan Riau, pernah ada kelompok sparatis yang mencoba menyeret Riau ke pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. Namun saat itu masyarakat Riau malah berbalik mendukung militer Republik Indonesia. Tujuannya bukan untuk bertahan bersama NKRI namun semata-mata hanya mempertahankan sumber daya alamnya agar tak rusak. Lalu ujian selanjutnya ketika muncul reformasi pemerintahan Soeharto, yang mana ada isu bahwa Riau ingin memisahkan diri dari NKRI lantaran pada masa itu Riau ibarat anak tiri. Sumber daya hampir dikuras habis tanpa masyarakat setempat bisa menikmati.

4. Aceh (GAM)

www.flickr.com/photos/94350918@N07/8618835724

Dketahui sejak tahun 1976 Aceh telah berusaha memisahkan diri dari Indonesia melalui Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Organisasi sparatis ini memiliki tujuan agar Aceh bisa lepas dari NKRI. Gerakan yang dipimpim oleh Hasan Dik Tiro, mulanya bernama AM atau Aceh Merdeka. GAM muncul bukan hanya semata-mata ingin mendirikan negara islam, namun karena ketimpangan ekonomi dari pusat ke daerah, padahal Aceh memiliki kontribusi besar dalam meningkatan ekonomi negara.

5. Papua Barat (OPM dan NFRPB)

www.suaradewan.com/mengapa-papua-ingin-merdeka

Melalui organisasi Papua Merdeka yang didirikan 1965 dengan tujuan memisahkan Papua Barat dengan Indonesia, karena mereka tak memiliki hubungan sejarah yang sama dengan wilayah lain di Indonesia. Kedaulatan NKRI bisa diserahkan dengan menyerahkan wilayah bekas jajahan Belanda, namun itu tak ada bedanya dengan Indonesia masih dijajah. Hingga saat perang dunia ke-2 wilayah Papua masih terbagi menjadi dua wilayah jajahan Belanda dan Australia. Dan dua negara ini sepakat bahwa dua wilayah ini akan disatukan dan di merdekakan.

6. Kalimantan (Borneo)

folksofdayak.wordpress.com/2014/03/16/kalimantan-merdeka

Isu Borneo merdeka, yang membentuk Kalimantan bisa menjadi negara sendiri mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Saba dan Serawak, serta Brunei Darussalam sewaktu-waktu bisa muncul ke permukaan. Sehingga hal ini harus diwaspadai oleh semua pihak, karena hal terseut bisa saja menjadi kenyataan. Apalagi saat di Kalimantan Tengah 2001 lalu, saat meledaknya perang sampit. Sehingga saat ini masih muncul kekecewaan masyarakat kepada pemerintah. Hal ini karena akumulasi karena berbagai persoalan yang pernah terjadi, sudah lama masyarakat merasakan program penjabaran di Kalimantan kurang berpihak pada kepentingan masyarakat banyak. Eksploitasi besar-besaran kepada sumber daya alam selama ini tak mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat. Masyarakat asli Kalimantan masih banyak dilanda kemiskinan dan keterbelakangan.

7. Minangkabau (Sumatera Barat)

yhohannesneoldy.wordpress.com/2014/01/03/lembaga-adat-minang-bentuk-gam

Pada tahun 2013 lalu pemangku adat Minangkabau kecewa terhadap DPR-RI yang telah mengesahkan rencana undang-undang desa yang diusulkan pemerintah pusat karena bisa malah melemahkan ekstitensi nagari Sumatra Barat sebagai satu kesatuan adat, budaya dan sosial ekonomi. Kekecewaan ini membuat Sumatra Barat ingin memisahkan dari NKRI, karena merasa pemerintah pusat tak menghargai eksistensi nagari Sumatera Barat. Sistem nagari sangat berbeda dengan sistem desa yang diterapkan di Jawa. Selain itu nagari di Mingkabau minta diistimewakan seperti Aceh dan Yogyakarta, kalau masih tak bisa minimal mereka meminta nagari tidak diutak-atik lagi untuk menjadikannya sebuah desa dan tetap sebagi nagari dengan hukum adat minangkabau.

8. Minahasa (Sulawesi Utara)

www.seputarsulut.com

Warga Minahasa sudah lama ingin melepaskan diri dari Indonesia, dan yang plaing diingat adalah isu syariatisasi di sejumlah dan perkembangan skbp perijinan tempat ibadah yang akan di sahkan 2006 silam. Dan saat itu wacana untuk keluar dari NKRI adalah solusi, bila penindasan beda umat terus berlangsung dan ditambah lagi beberapa waktu lalu, yang mana saat Ahok menjadi tersangka sebuah kasus penistaan agama. Penduduk Minahasa yang beragama kristiani merasa tak nyaman dengan bhineka tunggal ika di Indonesia yang semakin dikuasai ormas agama mayoritas.

9. Makasar (Sulawesi Selatan)

www.youtube.com/watch?v=7IOaN6Z9i2Q

Pada tahun 1999 ada 20 ribu mahasiswa gabungan dari Universitas negeri Makasar, Universitas negeri Muslim Indonesia, Universitas 45, dan Universitas Muhammadiyah menuntut membentuk negara Sulawesi Merdeka. Hal ini dipicu oleh penghianatan Golkar yang diduga melakukan siasat internal dalam memilih MPR, yang menyebabkan BJ Habibie gagal menjadi presiden pada periode 1999-2004.

10. Bali (GBM)

umaginews.blogspot.co.id

Seruan Bali untuk melepaskan diri dari NKRI sebenarnya sudah ada sejak jaman presiden Soeharto. Namun pada tahun 2012 lalu, Bali kembali mencuat dengan bentrok masyarakat lampung dengan masyarakat Bali asli. Sehingga Bali merasa marah karena penduduk minoritas di Indonesia tak diperhatikan. Tak lama setelah itu munculah Gerakan Bali Merdeka (GBM), karena kekecewaan masyarakat Bali atas penindasan masyarakat mayoritas kepada masyarakat minoritas Hindu Bali yang berulang kali dilakukan. Gerakan Bali Merdeka telah melakukan dua kali petisi, yang petisi pertama didukung oleh 21 orang dari 100 orang yang hendak dicapai. Lalu petisi kedua hanya didukung 14 orang dari 1000 orang yang hendak dicapai. Tujuan petisi ini adalah untuk memberikan otonomi khusus karena Bali merupakan tempat tujuan wisatawan mancanegara. Namun sebenarnya Gerakan ini diduga hanya untuk penolakan warga Bali untuk menolak reklamasi yang akan diadakan.

Nah bagaimana menurut Sobat semua, itu tadi adalah beberapa wilayah di Indonesia yang hendak melepaskan diri dari NKRI, seperti yang pernah dilansir oleh YtCrash. Semoga dengan berbagai kejadian problematika yang ada bisa membuat pemerintah lebih memperhatikan seluruh kawasan di Indonesia. Dan juga menjadi pelajaran bagi seluruh warga Indonesia agar tetap saling menghargai dan menghormati perbedaan.

Pancasila, NKRI harga mati…! Salam, Bhineka Tunggal Ika

Referensi: http://www.boombastis.com/gerakan-memisahkan-diri/53809

Comments

comments

Add Comment