Kubu Anti Papua Merdeka Gagal Jadi PM Solomon Islands

Perdana menteri baru Solomon Islands, Rick Houenipwela (Foto: Ist)
Perdana menteri baru Solomon Islands, Rick Houenipwela (Foto: Ist)

HONIARA, SATUHARAPAN.COM – John Moffat Fugui, calon PM Solomon Islands yang sebelum ini mengeritik keterlibatan negaranya dalam menyuarakan perlunya PBB melakukan intervensi atas pelanggaran HAM di Papua, gagal memenangi suara parlemen. Ia dikalahkan oleh kubu yang digalang oleh Manasseh Sogavare, PM sebelumnya yang digulingkan lewat mosi tak percaya pekan lalu, yang berkoalisi dengan sejumlah anggota parlemen dari kubu oposisi. Kubu Fugui kalah dengan perolehan suara 16 berbanding 33.

Terpilih sebagai PM adalah Rick Houenipwela, seorang mantan menteri keuangan dan mantan gubernur bank sentral. Ia dijagokan oleh kubu Sogavare dan dengan demikian tampaknya Sogavare, politisi yang selama ini getol menyuarakan dukungan pada penentuan nasib sendiri Papua, tetap menjadi bagian dari kubu yang memerintah. Sebaliknya, Fugui menjadi pemimpin oposisi.

Berbicara di luar gedung parlemen pagi ini, Houenipwela mengatakan prioritasnya sebagai PM adalah menjaga stabilitas politik, memperbaiki situasi fiskal negara tersebut dan memberantas korupsi.

“Saya berdiri di sini hari ini sebagai Perdana Menteri yang baru terpilih,” katanya, didampingi pemerintah baru yang mengapitnya. “Ini adalah tanggung jawab yang luar biasa yang saya ambil dengan kerendahan hati yang tulus.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan Anda. . . dan bagi warga negara untuk menjaga kedamaian dan ketertiban.

“Jalan di depan menantang. Saya sepenuhnya menyadari besarnya tugas di depan kita.

“Saya dapat memastikan bahwa administrasi baru kami akan segera menerapkan strategi yang memerlukan serangkaian prioritas yang dianggap dapat dicapai dalam periode singkat ini.

“Adalah prioritas pemerintah saya untuk menstabilkan situasi fiskal kita yang sedang sakit. Adalah prioritas untuk segera mengatasi situasi arus kas, untuk memastikan ada disiplin fiskal. ”

Dia mengatakan bahwa para pejabatnya telah mengidentifikasi bidang prioritas utama dalam jangka pendek.

Di bagian lain pidatonya ia juga menanggapi reaksi publik atas RUU anti-korupsi.

“Korupsi telah menyebabkan inefisiensi dalam operasi Pemerintah (dan) telah merusak pemerintah,” katanya.

“Ini telah merampas sumber daya vital dari sekolah dan rumah sakit kita. Saya dapat menjamin administrasi kami akan menyampaikan peraturan penting ini dan kami melaksanakan implementasinya sebelum akhir Parlemen ke-10. ”

Houenipwela sudah tujuh tahun menjadi anggota parlemen. Ia pernah menjadi gubernur bank sentral dan menteri keuangan negara itu.

Dalam pemerintahan yang baru ini, diperkirakan Sogavare akan mendapat posisi wakil PM.
Editor : Eben E. Siadari

Comments

comments

Add Comment