KNPB ajak publik peringati kemerdekaan 1 Desember

Dukungan KNPB wilayah Sentani terkait sidang luar biasa di Vanuatu, -Jubi/doc
Dukungan KNPB wilayah Sentani terkait sidang luar biasa di Vanuatu, -Jubi/doc

Sentani,  Jubi – Komite Nasional Papua Barat (KNPB)  mengajak publik memperingati hari kemerdekaan pada 1 Desember 2017 mendatang.  Mereka menyatakan 1 Desemeber merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Papua Barat.

“Kami mengajak masyarakat Papua memperingati hari bersejarah Tanggal 1 Desember dengan cara dan budaya Kami bangsa Papua,” ujar bicara KNPB wilayah Sentani, Wene Siak Bahabol, Selasa  (28/11/2017).

Wene berharap tidak ada yang membatasi perayayaan hari besar  rakyat Papua itu. “Karena Tanggal 1 Desember hari bersejarah kami KNPB  wilayah Sentani yang akan mengadakan ibadah,” ujar Wene menambahkan.

Wene meyebutkan Tanggal 1 Desember jatuh pada hari Minggu walau umat dan jemaat beribadah di gereja masing-masing, namun ada juga melaksanakan ibadah di sekretariat KNPB Wilayah Sentani. Perayaan KNKB tak lepas dari upaya mengangkat harkat dan martabat orang Papua yang terus memperjuangkan haknya.

Menurut dia, rakyat Papua dari ras Melanesia bukan hal baru. Ia mengimbau agar pejuang bangsa Papua tidak trauma dengan apa yang saat ini terjadi. “Semangat juang terus ditingkatkan dan maju,” ujarnya.

Ajakan perayaan kemerdekaan 1 Desember juga dilakukan oleh sejumlah tokoh di kawasan pegunungan tengah. Saat menyampaikan pernyataan  kepada wartawan, sejumlah tokoh di Pegunungan Tengah meminta rakyat Papua tak terjebak isu yang menyesatkan.

“1 Desember 1961 itu adalah hari kemerdekaan Papua secara de facto, maka isu itu dari tahun ke tahun memang begitu, yang sebenarnya tidak menjadi persoalan,”  kata Linus Hiluka, mantan tahanan politik Papua.

Linus mengimbau masyarakat Papua dan non Papua tetap tenang menjalankan aktivitas seperti biasa, karena kegiatan-kegiatan jelang 1 Desember seperti pengibaran bendera hanya isu dan sama sama sekali tidak ada.

“Kegiatan 1 Desember itu mungkin ada kegiatan namun hanya biasa, yaitu hanya kebaktian, baik itu kebaktian di gereja, atau dimana saja itu bisa yang penting sifatnya kebaktian atau ibadah, sedangkan di luar itu sama sekali tidak ada,” ujarnya.(*)

Add Comment