AII desak kepolisian investigasi hilangnya Martinus Beanal di Tembagapura

Category: MADAT 1 0
Warga yang diungsikan aparat keamanan ke Kota Mimika akibat konflik bersenjata di Utikini, Kimbele dan Banti - Jubi/Benny
Warga yang diungsikan aparat keamanan ke Kota Mimika akibat konflik bersenjata di Utikini, Kimbele dan Banti – Jubi/Benny

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia (AII), mendesak kepolisian Republik Indonesia melakukan investigasi terhadap hilangnya Martinus Beanal, pekerja PT Pangan Sari Utama (PSU) perusahaan rekanan PT Freeport sejak 7 November 2017.

“Amnesty International Indonesia prihatin ada kemungkinan Martinus Beanal menjadi korban penghilangan paksa, dan meminta pihak yang berwenang untuk segera mencari keberadaannya,” ungkap Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, kepada Jubi, Jumat (24/11/2017).

Menurut Usman, Martinus Beanal hilang saat eskalasi masalah keamanan di kawasan Tembagapura, Mimika, Papua meningkat dan terjadi simpang siur informasi terkait hilangnya Martinus Beana,  juga situasi keamanan di wilayah tersebut.

“Pihak yang berwenang sebaiknya tidak mengeluarkan informasi yang simpang siur sebelum ada kesimpulan dari sebuah investigasi mendalam. Kami mendesak polisi untuk mencari keberadaan Martinus Beanal,” katanya.

Usman menambahkan, situasi keamanan yang bermasalah di wilayah Kabupaten Mimika ini, telah menelan sejumlah korban dalam beberapa bulan terakhir.

“Konflik bersenjata ini tentu tak lepas kepentingan dari para pihak yang bertikai, namun dikhawatikan konflik ini meluas ke penduduk sipil,” sampainya.

Polisi sebelumnya mengatakan Martinus Beanal diculik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tembagapura. Kemudian, pada pemberitaan media massa, polisi mengatakan Martinus Baenal ditemukan meninggal dan jenazahnya sudah dimakamkan keluarga.

Namun informasi tersebut dibantah keluarga korban. Keluarga korban mengaku belum menemukan jejak Martinus hingga berita ini tulis.

“Sampai hari ini, kami belum lihat jenazah kakak kami itu,” kata Kristina Beanal, adik kandung Martinus yang mendampingi Debora Wanmang, istri dari Martinus, Senin (13/11/2017) melalui sambungan telepon kepada Jubi.

Kristina dan Debora bersama beberapa ibu dari Banti telah mendatangi Kepolisian Resort Mimika untuk mempertanyakan keberadaan Martinus Beanal. Namun keduanya belum mendapatkan kejelasan tentang kondisi Martinus.

Sekadar diketahui, AII mencatat ada satu orang personel Brimob Briptu Berry Pratama meninggal dan tujuh orang terluka sejak aksi penembakan Agustus 2017 di wilayah Tembagapura, Mimika. (*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment