Legislator: Rekrutmen MRP di Meepago didominasi suku tertentu

Category: MADAT 1 0
Ilustrasi Kantor MRP - Dok. Jubi
Ilustrasi Kantor MRP – Dok. Jubi

Jayapura, Jubi Legislator Papua dari daerah pemilihan kabupaten di wilayah adat Meepago, Maria Duwitau mengkritik kinerja panitia pemilihan (panpel) anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) kabupaten di wilayah itu lantaran calon anggota MRP dari wilayah adat tersebut didominasi suku tertentu.

Ia mengatakan, MRP merupakan lembaga kultur untuk memproteksi kepentingan orang asli Papua, adat, agama dan perempuan. Namun dalam rekrutmen di wilayah adat Meepago, khususnya Kabupaten Intan Jaya, Paniai, dan Mimika didominasi suku tertentu.

“Misalnya di Mimika, di sana memang ada beberapa suku, tapi suku asli Mimika itu Amungme dan Kamoro. Mereka tidak memiliki keterwakilan. Begitu juga suku Moni dari Intan Jaya, tak ada keterwakilan. Tidak diakomodir sama sekali,” katanya, Kamis (6/7/2017).

Ia mempertanyakan kinerja panitia pemilihan (panpil) kabupaten dalam melakukan seleksi, lantaran ada calon masa berlaku kartu indentitas kependudukan telah berakhir dan ada yang nama serta marganya di ijazah berbeda dengan nama dan marga di KTP.

“Kenapa bisa lolos verifikasi. Saya sayangkan keterwakilan suku dalam lembaga kultur tidak adil. Untuk keterwakilan perempuan tidak masalah. Tapi keterwakilan agama dan adat didominasi suku tertentu. Inikan tidak benar,” ujarnya.

Ia berharap, Gubernur Papua, Lukas Enembe dan pihak terkait lainnya mempertimbangkan hal ini. Katanya, di wilayah adat Meepago, tidak hanya satu suku, tapi ada beberapa suku.

“Saya harap ada pertimbangan dari gubernur. Jangan ini hanya kepentingan seseorang. Perlu dipertimbangakn dengan baik,” katanya.

Terpisah, salah satu anak adat suku Moni dari Intan Jaya, Harun Agimbau mengatakan, wajar jika legislator dari daerah pemilihan itu bersuara terkait rekrutmen calon anggota MRP yang dinilainnya tidak adil.

“Ya itu sudah tupoksi anggota DPRP dari wilayah pemilihan Intan Jaya, Paniai, Nabire, Mimika, Deiyai dan Dogiayi. Berarti dia menilai ada hal yang tidak menguntungkan masyarakatnya,” kata Harun Agimbau kepada Jubi. (*)

Comments

comments

Related Articles

Add Comment